Tak sengaja sore ini melihat foto-foto lama yang tersimpan dalam folder “foto lawas”.

Beberapa bulan yang lalu diberi kesempatan bersilaturahim dengan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar bapak Mukhamad Misbakhun. Beliau sosok yang masuk kedalam alur serial kehidupan saya. Bagaimana menjalani hidup dibawah tekanan tapi tetap terus berkarya dan bermanfaat bagi sekitar, bagaimana mengartikan hidup adalah sebuah perjuangan meski penjara menanti ketika memperjuangkan kebenaran dan semua itu memang harus dilewati. Bagaimana menjadi orang besar dengan menjadi profesional (PNS) adalah poin berikutnya yang tersimpan dalam memori saya.

Melihat foto ini, mengingatkan saya pada kisruh Partai Golkar baru-baru ini, ntah kenapa baju yang saya pake saat berkunjung ke fraksi menggambarkan suasana kekinian partai berlambang beringin itu, foto diambil persis didepan pintu yang dicongkel yang dihebohkan oleh media.

“Hidup ini adakalanya hitam, adakalanya putih,” tulisan yang terbaca di baju saya.

Berharap banyak, semoga abang-abang, syeikh dan senior-senior yang saat ini ada di partai terbesar dan tertua itu bisa menyirnakan hitam atas putih, mendatangkan kembali rukun dan damai seperti dulu kala. Moga dengan kekisruhan yg ada menciptakan momentum “mambangkik batang tarandam” di tubuh partai Golkar kalo kata kami orang minang.

Semoga beringin besar bisa kembali mensupport pemerintahan Bapak Jokowi lewat parlemen agar bangsa kita tidak carut marut seperti saat ini, juga bisa meneduhkan kembali perpolitikan nasional yang terasa gersang. — 04042015