Tidak terbiasa dengan hal-hal yang berbau politik, pemerintahan, demonstrasi, orasi, dan sebagainya yang mirip2 seperti itu. Tidak terbiasa, tidak tertarik, dan tidak ingin terlibat sebenarnya. Dari awal merencanakan masa depan aku sudah memastikan kalo nanti hidupku tidak akan terkait dengan hal2 seperti itu. Aku tidak peduli. Tidak akan.

Ternyata Allah berkehendak lain. Ketika kata2 itu terpatri di otakku, tidak lama setelah itu aku malah masuk ke dunia yang mengharuskan aku kenal politik, membuatku harus peduli dengan pemerintahan, memaksaku ikut di kegiatan2nya. Aku tidak mau tapi harus. Aku tidak suka tapi wajib. Aku sulit untuk menghindar. Pada akhirnya aku tau, aku kenal, tapi tetap saja susah untuk peduli.

Bertahun-tahun kujalani dunia itu. Bertahun2 batinku berteriak, “aku tidak mau lagiiii.. sudaah.. cukup!”. Dan saat itu juga aku memastikan kalo nanti pasangan hidupku bukan seorang politisi, bukan seseorang yang peduli dengan politik, bukan seseorang yang tertarik membahas pemerintahan. Karna hatiku tidak bisa dipaksa untuk memperhatikan hal2 itu.

Dan disaat itu pulalah keyakinanku diuji. Allah benar2 mengujiku. Allah mungkin sangat ingin aku peduli dengan dunia ini. Allah mungkin tidak ingin kalo aku sampai menyepelekan hal2 ini. Allah ingin aku peduli. Allah ingin aku peduli.. Allah ingin aku peduli..

And you know what???

Allah membuatku jatuh hati dengan seseorang -just call him TMTGJ- yang dekaaat sekali dengan dunia itu. Dekat. Sangat dekat. Sampai2 waktu pertama kali ngobrol dengan seseorang itu, aku melihat seolah2 matanya mengisyaratkan bahwa “politik adalah aku, jangan jauhkan aku dari mereka”. Ya Allah..ada apa ini? Kenapa aku harus jatuh hati pada orang ini?kenapa?

Rasa “suka” itu mengalahkan segalanya. Rasa ingin hidup bersamanya mengalahkan rasa tidak sukaku pada dunia politik. Allah mengujiku. Allah memainkan perasaanku. Allah mencintaiku ^^,

Semua ada hikmahnya. Aku sangat bersyukur. Alhamdulillah.. Alhamdulillah ya Allah..

“Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana Tuhan yang tidak pernah meleset walau sepersejuta mili.
Maka, orang2 yang kita temui, kejadian2 yang dilewati, pagi, siang, malam, selalu menyimpan misteri. Ada tujuannya, ada maksudnya.
Jika kita tidak berhasil menerjemahkan tiap detailnya, karena terlalu megahnya rencana Tuhan tersebut, itu jelas bukan kabar buruk. Setidaknya pastikan saja kita sukses mensyukuri tiap detik rencana tersebut. Selalu berterimakasih. Itu lebih dari cukup.” (TL/quote)

Alhamdulillah.. 😀

Intinya sekarang adalah aku bersyukur dengan semua yang telah terjadi di hidupku.

Kuliah, kerja, menikah dengan TMTGJ. Bonusnya adalah: aku dapat tambahan mata pelajaran politik di sekolah kehidupanku.

Saatnya belajar. Saatnya peduli.

^_^

 

Ditulis oleh istriku Tercinta