Sebelum menyampaikan sesuatu itu, riset kecil-kecilan dulu biar tidak berlebihan jadinya. Di facebook anggap saja kita lagi ngomong berhadap-hadapan langsung di depan banyak orang sebanyak teman kita di facebook.

Ibarat menulis sebuah tulisan ilmiah, kalo status yang kita bikin itu ada hubungannya dengan orang dipastikan dulu referensinya dan apa yang dibicarakan, perhatikan berbagai sudut pandang. “Mangango dulu sabalun mangecek” kalo kata orang tua diminangkabau menasehati anaknya yang baru beranjak dewasa.

Banyak yang lupa, mentang-mentang menulis status Facebook di dalam kamar jadi berasa seperti menulis di buku diary atau ruang privasi. Lupa jika Facebook itu ruang publik, padahal sama persis seperti lagi pidato atau lagi memberi sambutan di depan ratusan bahkan ribuan orang dan diliput/ direkam media lalu disebarkan sebanyak teman di facebook, bisa ratusan bahkan ribuan orang tergantung berapa banyak teman di Facebook.

Namun kalo untuk asik-asikan saja ya memang tidak perlu riset dan mikir dulu untuk melepaskan apa yang dirasakan, bebas sebebas-bebasnya. Tapi coba bayangkan orang lain yang bikin status kayak apa yang mau kita bikin juga dan itu tidak berkenan bagi kita? Enjoykah..?

So, jadilah seperti sepintar dirimu di dunia nyata menempatkan diri. Boleh sih jadi diri sendiri, tapi sesuaikan dengan tempat dan kondisi dan ‘siapa’ yang bicara. Preman kah, kepala sekolah, pejabat, ABG, Mahasiswa, publik figur dan lain-lain. 🙂

SHARE
Previous articlePARTAI POLITIK dan ORKESTRA
Next articleQuote #1 – Sukses
Civil Engineering Worker - Perajut huruf, perangkai kata,.. kata-kata cinta & cita..!