Bagian yang tidak boleh dilupakan dari frame kehidupan ini adalah cinta. Dimana cinta merupakan anugerah yang terindah karunia sang kholik kepada makhluknya selain akal dan fikiran, nafsu dan syahwat tentunya. Cintanya seorang manusia sangat jauh bedanya dari cinta seekor binatang yang tidak memiliki akal fikiran, pasti. Juga sangat jauh berbeda dari cintanya makhluk suci yaitu malaikat. Apalagi dengan cintanya makluk terkutuk yang bernama syetan, karna syetan hanya suka terhadap sesuatu yang tidak di sukai sang pemilik alam semesta ini,Allah SWT.

Cintanya manusia adalah:

Cinta yang tulus ikhlas terhadap robbnya yang timbul setelah melalui fase perang pemikiran yang dahsyat yang tidak pernah di alamai oleh malikat sekalipun, karena manusia mempunyai akal dan fikiran.

Cinta manusia terhadap sesama makluk Allah (pria dan wanita) yang timbul, bukan hanya sekedar syahwat belaka (karena syahwat juga merupakan karunia yang diberikan Allah kepada kita). Tetapi cinta yang diikuti dengan pengharapan cinta yang lebih sejati dari semua cinta sejati yaitu cintanya Allah, setelah masa penungguan yang amat panjang dirasakan. Inilah setulus-tulusnya cinta, dan semurni-murninya cinta, cinta yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman! (semoga penulis memiliki rasa cinta ini dan juga para pembaca yang saya cintai karena Allah).

Dengan cinta manusia hadir dalam kehidupan ini, juga dengan cinta manusia menjalani alur maju mundurnya sebuah kehidupan yang hanya beberapa saat ini, dan juga dengan cinta yang hakiki –mudah-mudahan– kita mengakhiri hidup kita ini. Amin…

Berbicara tentang cinta memang tidak akan ada habisnya. Terbukti kalau film, sinetron, puisi, lagu, lukisan, cerpen, novel yang berbau cinta selalu laris-manis di dunia hiburan, karena cinta itu sendiri adalah sebuah keindahan. Keindahan itu dapat berupa keindahan fisik seperti keindahan alam, puisi, dan lukisan. Dan yang kedua yaitu keindahan non fisik seperti akhlak seorang istri yang sholeha, suara yang merdu dan masih banyak lagi contoh yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari hari.

Semangat, percaya diri, sakit, depresi, bahkan bunuh diri akan dilakoni seseorang yang disebabkan oleh cinta, karna apa yang dinginkannya tidak tercapai. Oleh kerana itu tetap cinta yang hakiki itu hanyalah cinta pada Allah. Cinta pada anak, istri, suami, harta, pangakat, hanyalah sekeping cinta yang fana.

Banyak sudah kisah cinta ynag harus berakhir tragis:
Fir’aun akhirnya mati tenggelam karena terlalu cinta terhadap kekuasan, si Qorun di telan oleh bumi karena kekikiran dan kecintaannya yang sangat amat sangat terhadap harta, umat nabi Luth yang dimusnahkan dari muka bumi disebabkan karena kecintaan mereka terhadap nafsu syahwat yang menyimpang.

Namun banyak juga kisah-kisah cinta sejati yang berakhir dengan kegembiraan dan keharuan:
Cinta para generasi awal, yaitu generasi yang menjadi tauladan, generasi para sahabat yang dengan niat tulus ikhlas memperlihatkan kecintaannya terhadap Islam. As syahid ahmad yasin yang sangat mencintai al Aqso. As Syahid Muhammad fatih farhat, seorang pemuda yang sanggup membuat gentar tentara Israel dan dia sangat merindukan Allah dan bidadari-bidadari surga. Abdul Aziz Al Rantisi yang mencintai dan merindukan kesyahidan melalui roket heli tempur apache Israel.

Berbagai macam menu cinta yang ada di kehidupan ini. Bagi seseorang yang masih mempunyai rasa cinta , maka cinta itu akan menimbulkan kekuatan baginya (the power of love).

Ikhwan dan akhwat yang saya cintai karena Allah, sekarang kita tinggal memilih. Karena semua menu cinta telah terhidang pada jamuan kehidupan dunia ini.

Tafadhal ya akh…! Silahkan pilih!

01 november 2005,
Salam cinta untuk adinda: nesia,razak,dan mega