Gelisah aku dalam tidur aku kini, tidak segelisah tidur-tidur aku ketika dahulu.
Ketika dahulu diri ini belum mengenal diri mu, dahulu ketika hati ini belum tersentuh belaian kasih sayang kamu.
Gelisah takut kehilangan seorang kekasih pujaan.

Tadi mendapatkan kabar diri mu terbaring sakit, gelisah ini bertambah dan semakin bertambah.
Apakah dirimu baik-baik saja di sana adik ku?
Maafkan kanda yang belum bisa memperkecil jarak ini, saat ini!
Minggu depat separuh hatimu pulang.
Tunggulah dik..!