Ada sedikit catatan kecil saya perihal dunia politik dan dunia ke-partaian. Terkhusus untuk teman2 yang hoby nge partai (bukan party alias dugem ya..!) dan nge-kader partai banget sampai-sampai hidupnya full mikirin politik dan partai saja. Apa-apa dihubungkan dengan politik, ada masalah pribadi politik dan partai jadi kambing hitam. Pokoknya apapun itu semua politik. Entah kenapa tidak bisa sekali-kali aja mikirin seni. 🙂

Pagi ini tidak sengaja membuka catatan lama, nemu sebuah tulisan yang bagus dan ngena sekali untuk teman-teman yang nge-partai dan nge-kader partai banget. Suatu hari saya mencatat ucapan Mas Pram di media elektronik, bunyi kalimatnya seperti dibawah ini:

Partai itu seperti orkestra, harus pinter membaca situasi. – (Mas Pramono Anung)

Dari kutipan diatas saya tarik benang merah dan simpulkan dengan latar kekinian terhadap orang-orang lingkungan saya. Mungkin kalo Mas Pram miliki sudut pandang parlemen dan kelembagaan partai, sedangkan saya coba dengan sudut pandang orang-orang di dalamnya.

Kesimpulan singkatnya, jangan asal bersuara dan asal bunyi soal apapun yang kira-kira tidak menguasainya 100%. Apakah itu menguasai ilmunya dan juga menguasai situasinya, jika tidak mahir jadi dirigen memimpin orkestra janganlah dipaksakan jadi dirigen, cukup mainin biola saja. Itupun, jika tidak pinter-pinter mainin biola pada akhirnya juga akan terdengar sumbang dan tidak harmony. “Manambah karuah (menambah keruh) suasana”, kalo kata orang tua minang zaman dahulu memarahi anak kemenakannya. 🙂

Kalo masih mau bergumul di dalam dunia perpolitikan dan biar teman-teman selalu bisa eksis nge-partai dan nge-kader, bermain orkestralah dengan harmoni. Tapi kalo gak cocok dan berlawanan dengan nurani, ya tinggalkan saja. Bernyanyi solo saja, mungkin akan lebih enak didengarnya dan bisa lebih dikenal, atau bisa gabung dengan orkestra lain yang cocok dengan gaya kita. Gak susah-susah amat dan tidak ribet banget.

Catatan singkat diatas cuma perspektif bodoh seorang mahasiswa S2 yang lagi berusaha menyelesaikan study tekniknya.