Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh – Dari data per Agustus yang ada di lapangan produksi sayur dari kota Payakumbuh mencapai 6,43 Ton/bln, jika dikonfersikan ke dalam Rupiah berkisar Rp.2.430.000.000,- atau rata-rata Rp.81.000.000,- /hari. Melihat potensi pasar Riau yang ada, petani sayur Payakumbuh masih harus menggenjot produksi sayur untuk memenuhi pasar Riau.

Potensi sayur yang dike­lola oleh 10 STA (sub terminal agro­bisnis) pada lima keca­matan se-Kota Payakumbuh itu, diapresiasi Kementerian Pertanian RI. Pihak kemen­terian mengirim Kasi Pema­saran Bilateral Kementan untuk Negara Afrika dan Timur Tengah, Ermia Syo­fiyessi, SP, M.Agr, ke Paya­kumbuh, akhir Juli lalu. Kun­jungan ini, juga meng­evaluasi sejumlah bantuan yang diberikan Kementan terhadap STA di Paya­kumbuh, yang diberikan sejak tahun 2004.

Untuk meningkatkan kuantitas sayur, petani meminta untuk didampingi secara maksimal oleh pemerintahan Payakumbuh. Jangan hanya berfokus pada pengadaan kendaraan mobilitas dari areal pertanian ke STA, serta kendaraan pendingin dari Payakumbuh menuju Riau. Itu hanya akan memberikan peluang korupsi dan menguntungkan oknum pemerintahan yang berhubungan dengan proyek pengadaan mobil pendingin.

Sayur-sayur yang dikirim itu, meliputi cabe kopay, mentimun, kacang-kacangan, bayam, buncis, pare, terung, oyong dan buah sirsak serta alpukat. (rfk)