Sebagai warga Negara dan masyarakat yang sudah ikut memilih pemimpinnya secara langsung pada pemilu kemarin, seharusnya saya (masyarakat) merasakan rasa memiliki seorang pemimpin negara. Tapi tidak seperti itu yang saya rasakan saat ini. Melihat dan mengikuti beberapa kasus yang mulai marak, di awalai dengan kasus cicak v.s buaya berlanjut ke kasus BOM buku sebagai pengalihan isu berita di media dan terakhir kasus Bank Century yang coba dialihkan lagi dengan kasus wisma atlet, dan paling terakhir kasus Mesuji.

Yang membuat saya merasa kehilangan sosok seorang kepala Negara itu ketika respon Kepala Pemerintahan (SBY) lebih cepat ketika ada sms dari Singapura yang menyangkut pribadinya dari pada kasus Mesuji yang sangat tidak manusia dan sudah melanggar HAM dan kemanusiaan.

Simplenya bagi saya seorang warga Negara hanya butuh seorang pemimpin yang siap tergadaiakan dirinya pada kepentingan masyarakat yang dia pimpin, bukan malah di sibukkan oleh urusan partainya yang sedang bermasalah. Dan harapan saya akan jauh lebih baik lagi jika Pak “SBY” yang meninggalkan jabatan sebagai dewan Pembina dan kemudian menjadi seorang negarawan yang siap menjadi pembina bagi Masyarakat dan negaranya. Karna masih banyak dari masyarakat Indonesia yang butuh sosok pemimpin yang rela menggadaiakan diri dan kehidupannya untuk Rakyat.

publish : Tabloid DOOR