Untuk kota dumai yang bisa di bilang damai tanpa keramaian…

salam terakhir utuk kota dumai yang hari ini akan kutinggalkan untuk sementara waktu, namun tak tau kapan untuk kembali lagi…….. sampai jumpa lagi dilain waktu di suasana yang lebih manusiawi -menurut kita-… kota yang penuh kenangan pahit sekaligus kota yang penuh dengan kenangan-kenangan yang indah yang bermunculan diantara para buruh-buruh bangunan, kuli-kuli panggul yang hidup tanpa kehangatan dari strata sosial yang ada di sekitarnya termasuk mahasiswa-mahasiswa yang selalu mengaku membela mereka di jalanan-jalanan…

aksi kalian di jalanan-jalanan ibukota tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan nasib mereka…..

slamat tinggal buruh-buruh bangunan…panasnya tetesan keringat kalian yang menyentuh kulitku tak akan terlupakan….akan kuperjuangkan…pasti…

buruh dan mahasiswa harus bersatu padu untuk rebut kemerdekaan yang di rebut oleh para penjajah lokal bresek……
hidup buruh…hidup “mahasiswa”

“memori on Dumai City”