Beda omongan/pandangan ketika yang melakukan itu prbaowo atau SBY ini tidak berlaku kepada ******,.. ketika **** yg melakukan itu semua harus dilihat dari sisi positif..

Ketika seorang yang bertato, meroko dan poliandri (miliki 3 suami, gimana nentuin siapa anak siapa ya..?) kita harus lihat dari sisi positifnya, kalian langsung nyinyir bilang: “jangan nilai sesorang dari luarnya saja, liahatlah orang itu dari dalamnya”

namun ketika yang bergama islam dan bukan golongannya itu memiliki jenggot, berjilbab rapi dan kalian selalu langsung menilai sebagai teroris dan orang lain dipaksa menilai seseorang dari cover/penampilannya… ooo dia berjenggot, dia FPI berarti dia brutal… oo dia tidak pro demokrasi,.. oo dia musuh rakyat,.. ooo dia pemeca-belah bangsa,.. oo dia mau mendirikan negara Islam,..

ketika seorang melakukan poligami dan seseorang tersebut bukan dari golongan dia maka dia akan sibuk membully dan menghinanya, bahwa mereka itu salah dan hina.

Kenapa kalian tidak bijak seperti sekarang ini selamanya, kenapa kalian tidak berkata: “janganlah nilai orang dari penampilannya saja”

_____________________________
standar kalian: “Jika ****** yang melakukan, jangan lihat dari sisi negatifnya, liat dari sisi positif.”

namun sebaliknya ketika bukan ****** yang melakukan itu semua harus dilihat dari sisi negatifnya, tidak ada kesempatan untuk liat dari sisi positifnya.

kenapa ya pendukung ******  ini tiba2 bijak dalam berbicara, namun sangat rasis sekali sampai mengusir orang lain dari Negara ini ketika yang melakukan itu bukan kubunya..??