Dosen Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unand Advokasi Program Pengentasan Stunting Di Limapuluh Kota

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Dosen Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unand melakukan Advokasi kepada Dinas DPMDN, Bapelitbang kabupaten Limapuluh Kota Kota dan Dinkes Kabupaten Lima Puluh Kota dibantu Fasilitator dari GAIN (The Global Alliance for Improved Nutrition)

-Koordinasi dan advokasi guna kelancaran kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tanggal 01 Juli dari pukul 14.00 sampai 16.30 WIB oleh 4 Dosen dari prodi Gizi antara lain Dr. Denas Symond, MCN, Firdaus, SP, MSI, Hafifatu Aulya Rahmy SKM, MKM dan Risti Kurnia Dewi, SGz, MSi terus digencarkan. Koordinasi yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom yang dihadiri 56 peserta yang berasal dari unsur Bapeda Provinsi Sumatera Barat yang dihadiri kabid Sosbud Bapak Yudha Prima, Kepala Dinas DPMN Provinsi Sumatera Barat Bapak Syafrizal, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat diwakili kabid Kesga Bapak Hendrapala Wahid, Tim ahli Stunting Prof. Dr. Masrul, MSc, SpGK, perwakilan dari NGO GAIN yakni Ardhiani Dyah Primasari, Heru Nugroho, Ibu Wiwik Sulistyorini, dan Pipit Sri Wahyuni, Perwakilan dinas Kesehatan Limapuluh Kota, perwakilan Bapelitbang kabupaten Limapuluh kota, DPMN kabupaten 50 kota, DPMN, TPG dari lokus sasaran program dan juga perwakilan dari nagari.

Bapelitbang kabupaten Limapuluh kota dalam sambutan pembukanya yang diwakili oleh Lysa menyebutkan sangat mendukung kegiatan pengabdian ini karena disamping membantu program pengentasan stunting kabupaten juga tentunya diharapkan kedepan menjadi program unggulan. Bapelitbang akan tetap melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan Kesehatan dan gizi yang ada.

Yudha Prima perwakilan dari Bapeda menyatakan stunting merupakan permasalahan multisektor yang penyelesaiannya tidak bisa hanya dari sisi Kesehatan saja, perubahan perilaku sangat sulit dilakukan ditambah faktor lingkungan yang juga tidak mendukung perbaikan Kesehatan, dalam pernyataannya dukungan dari akademisi sangat membantu pemerintah guna penurunan stunting.

Perwakilan dari GAIN Dyah dalam pemaparannya, perubahan perilaku memang sulit dilakukan akan tetapi dapat diupayakan, metode yang bisa menjadi alternatif yakni yang dinamakan dengan metode Emo Demo. Mengapa Emo Demo? Para ibu merasa jenuh terhadap pesan-pesan Kesehatan yang diberikan, sedangkan stunting masih tetap menjadi masalah gizi utama. Selama bertahun-tahun di Indonesia telah berusaha untuk mengajarkan pada Ibu tentang gizi yang baik, para ibu sebenarnya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi seringkali tidak melakukannya, sehingga diperlukan metode berbeda yang dapat menyentuh sisi emosional orang tua, terkait pemenuha gizi dan Kesehatan anak mereka. Ibu Pipit juga secara virtual mendemosntrasikan salah satu modul pada Emo Demo yang diikuti pasrtisipasi aktif peserta advokasi.

Prof. Dr. dr. Masrul, MSc, SpGK dalam penyampaiannya, memaparkan perkembangan upaya perbaikan status gizi masyarakat dari mulai UPGK, kemudian tahun 1986 dimulai Posyandu hingga perkembangan sampai saat ini, yang sangat disayangkan, banyaknya program yang sudah dilakukan tidak pernah sustain tidak ada keberlanjutan programnya, hilang begitu ganti pimpinannya dan masalah stunting ini baru jadi masalah Ketika ada orang asing bicara pada tahun 2017 yakni Ketika direktur World Bank memaparkan bahwa stunting di Indonesia angkanya mengkhawatirkan. Terlebih saat ini terjadi Pandemi Covid-19, jangan sampai konsen masalah stunting juga menjadi redup.

Kegiatan yang akan dilakukan pada 4 lokasi stunting di Kabupaten Limapuluh Kota yang antara lain Nagari Suliki, Koto Tinggi, Baruah Gunung dan Gunung Malintang dengan dibantu GAIN yang hadir dengan konsep perubahan perilaku  ini memang merupakan sesuatu yang tidak mudah dilakukan terlebih Terjadi perubahan struktur masyarakat dan keluarga yang dulunya keluarga besar dengan pengasuhan tradisional yang lekat sekali kekeluargaannya menjadi keluarga-keluarga kecil yang langsung atau tidak pastinya berpengaruh terhadap perawatan dan status gizi serta Kesehatan anak.

Dalam kalimat penutup, perwakilan dari Bapelitbang Limapuluh kota menyampaikan semoga kehadiran tim pengabdian masyarakat dan GAIN dapat memberikan sesuatu perubahan di Masyarakat Kabupaten 50 Kota sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan kader dan tenaga Kesehatan desa. Pelaksanaan program penting akan tetapi jika tidak didukung oleh monitoring dan evaluasi akan tidak berdampak kedepan, sehingga Bapelitbang kabupaten Limapuluhu kota berkomitmen selain mendukung juga akan melakukan monitoring dan evaluasi program ini.

 

Penulis : Firdaus, SP, MSi

Dosen Prodi Gizi, FKM, Unand