Terkait Kinerja Satpol PP Kota Padang ini Pernyataan Organisasi PMM

Padang,BeritaSumbar.com,— Beberapa waktu yang lalu viral sebuah video Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah cekcok dengan emak-emak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pantai Kota Padang, Sumatera Barat.

Dari video itu pula, terlihat PKL mengeluarkan kata-kata kotor. Bahkan di video, seorang emak-emak terekam dengan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pemimpin kota Padang itu.

Organisasi Pergerakan Milenial Minang ( PMM) sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi,

“Kita menilai hal itu terjadi akibat tidak seimbangnya empati dan aturan pemerintah, antara pedagang kecil yang bermodalkan kecil,

“Sangat di sayangkan pemerintah sangat kecil sekali perhatiannya terhadap usaha rakyat seperti ini, mungkin itu yang mengakibatkan Walikota Padang mendapatkan respon yang buruk saat menegur pedagang yang berjualan dibahu jalan pantai purus tersebut”.

“Karna tidak ada solusi yang di berikan kepada Mereka, meskipun sudah di bubarkan beberapa hari kemudian mereka pasti akan berjualan kembali di tempat yang sama karena mereka harus mencari nafkah untuk anak dan keluarganya”. Tutur Fikri Haldi Ketua umum Pergerakan Milenial Minang tersebut.

“Setelah pasca kejadian Pada Jumat (7/8) , petugas Satpol PP melakukan penertiban dan sedikit mendapatkan perlawanan. Kasi Trantib Satpol PP Padang Barat, Noverman mengatakan pihaknya melakukan penertiban agar tidak ada pedagang yang berjualan di atas trotoar. Karena trotoar yang ada ini merupakan fasilitas umum yang dibangun oleh Pemerintah trotoar dibangun diperuntukkan kepada pejalan kaki dan bukan untuk pedagang. ,” (9/8/2020).

Pria yang kerap disapa Kuya Fikri ini melanjutkan “Kita melihat itu bukan sebuah kesungguhan hati dari pemerintah kota Padang untuk menegak aturan yang berlaku, melainkan kita melihat mereka bergerak atas dasar balas dendam dan sakit hati,

” Satpol PP hanya menertibkan pedagang yang di bahu jalan di pantai purus saja, di jembatan Siti Nurbaya juga berdagang di bahu jalan, bahkan sepanjang jembatan Siti Nurbaya pejalan kaki tidak bisa memakai trotoar, padahal itu hak mereka sebagai pejalan kaki,

“Kita lihat di kota Padang ini banyak sekali pedagang yang berjualan di bahu jalan, bahkan ada yang membangun kedai semi permanen di bahu jalan, kenapa tidak di tertibkan,

PKL jualan di trotoar menggunakan tenda bongkar pasang di Pantai Padang, diributkan, warga menggunakan trotoar untuk warung permanen di trotoar Andalas dan beberapa titik di kota padang, dibiarkan saja,

PMM juga menilai selama ini kinerja Satpol PP Kota Padang sangat buruk dalam nenegakkan Perda, Mulai dari Kafe dan karoke Ilegal menjamur dan PKL yang berdagang di bahu jalan, akibat kinerja buruknya lah walikota Mahyeldi di maki-maki

“Kita minta walikota Padang memecat kepala dinas Satpol PP Kota Padang karna tidak bisa bekerja dengan baik”. tutup Fikri.(*)