Akibat Angin Kencang, 2 Unit Mobil Dalam bengkel Dan Kabel Listrik Ditimpa Pohon

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Payakumbuh pada Rabu 12/08 sore menyebabkan pohon tumbang.

Kejadian iniĀ  mengakibatkan tertutupnya jalan menuju Balai Panjang dari arah Limbukan, kejadian tersebut juga mengakibatkan terputusnya jaringan listrik di kawasan tersebut.

Pohon yang ditumbangkan angin tersebut juga menimpa bengkel mobil Dapit sehingga dua unit mobil dalam bengkel ikut tertimpa.

Pada peristiwa tersebut juga menimpa sebuah Bengkel Mobil Da pit dan menimpa dua unit mobil yang sedang diperbaiki dibengkel tersebut.

Pantauan Awak Media Beritasumbar di lapangan Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, BNPB dan anggota TNI serta dibantu masyarakat sedang melakukan pembersihan di lokasi.(jhonalexi)

Wako Riza : Petani Jagung Bisa Kaya Dengan Manfaatkan Lahan Kosong

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Kesempatan besar menanti petani jagung di Payakumbuh yang tak perlu pusing-pusing memikirkan kemana memasarkan produk pertanian mereka itu. Hal ini dimulai dari Kelompok Tani Padang Beringin Talao, Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kenagarian Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).

Pada hari Selasa (11/8), disaksikan langsung oleh Wali Kota Riza Falepi penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kemitraan kelompok tani dengan pengusaha ternak unggas di Nagari setempat.

Ini merupakan tindak lanjut atas inisiasi yang dilaksanakan Wali Kota Riza Falepi dan Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah saat usai peresmian kampung tangguh Covid-19 di Koto Panjang beberapa waktu lalu.

Wako Riza Falepi mengapresiasi Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah yang sekaligus pelaku peternak unggas yang telah menyetujui kontrak kerjasama dengan kelompok tani, dimana harga jual jagung yang dibeli sudah jelas tertera sesuai dengan kontraknya, sehingga ada kepastian bagi petani.

Riza berharap jangan sampai ada lahan pertanian yang kosong dan tidak termanfaatkan di Payakumbuh. Riza memaparkan persoalan jagung ini banyak, ada disaat pasca panen apabila kalau jagung yang dijual harus memenuhi syarat kekeringan tertentu.

“Kadang saat kita menjemur jagung, tidak merata keringnya, sedangkan permintaan pasar harus diperhatikan betul kualitasnya. Untuk membantu kelompok tani, saya sudah perintahkan kadis pertanian untuk membeli alat pengering berkapasitas 3 ton, letaknya di terminal agro. Insyaallah di anggaran tahun depan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 ton,” kata Riza.

Wali kota dua periode itu juga mendorong petani agar mengasuransikan tanaman mereka. Untuk merealisasikannya mereka dapat berkoordinasi dengan dinas pertanian melalui penyuluh pertanian. Bahkan untuk asuransi ini sudah dianggarkan di APBD Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra mengatakan pengusaha ternak unggas petelur dapat bermitra dengan petani jagung, artinya sudah ada pasarnya. Hari ini, karena kebutuhan pakan yang cukup tinggi, peternak bahkan sampai mengimpor, untuk memenuhi kebutuhan itu kelompok tani didorong memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung disamping menanam komoditas lain seperti cabe dan bawang.

“Biasanya petani enggan menanam jagung karena harga yang tak menentu dan pasar yang tak jelas. Untuk Payakumbuh lebih cocok menanam bibit jagung jenis Pioner 32, dengan masa tanam hingga panen selama 4 bulan karena peternak memang menyukai kualitas jagung Pioner 32 ini,” ungkap Depi Sastra.

Bibit bantuan dinas telah disediakan di anggaran perubahan, sementara adapun MoU antara pengusaha unggas dan kelompok tani ini, mereka membantu meminjamkan dana pembelian bibit kedepannya. Nanti saat panen pinjaman dibayar, istilah pertaniannya namanya yarnen atau dibayar panen.

Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah menyebut kebutuhan jagung peternakannya 10 Ton perhari, sementara kebutuhan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota 400 Ton. Petani Payakumbuh belum bisa memenuhi permintaan ini, sehingga peternak harus membeli jagung ke Pasaman dan Lampung, bahkan ada mengimpor dari Malaysia.

“Sebagusnya bila ada lahan-lahan kosong dipotensikan menanam jagung. Berkebetulan dengan adanya program ketahanan pangan Covid-19. Ide ini bersama wali kota kita gagas, mudah-mudahan perekonomian bisa meningkat dengan menggalakkan menanam jagung ini, pasarnya kan juga sudah jelas, imbasnya, bila ekonomi menjadi meningkat maka mutu pendidikan juga akan bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Latina David Bachri mengatakan dengan diajaknya petani bergabung dan bermitra dengan peternak unggas ini, semoga dapat dicontoh oleh kelurahan lain di Latina. Dimana pencanangan di Koto Panjang ini menjadi langkah awalnya.

“Dengan tujuan akhirnya tak ada lagi lahan kosong di Latina. Kelompok tani menjadi produktif, tak terlunta-lunta menjual produknya karena memang dibutuhkan oleh peternak kita, ini akan menjadi bisnis menggiurkan bagi petani jagung, tak akan sulit, apalagi pemko juga memberikan asistensi,” pungkas Camat.

Field Day menanam jagung itu turut dihadiri Kadis Ketapang Edvidel Arda, Dandim 0306/50 Kota diwakili Danramil 01/Pyk Mayor T. Barus, Kapolres diwakili Kanit Binmas AKP Taufik, penyuluh pertanian, kelompok tani nelayan andalan (KTNA), peternak unggas, dan tokoh masyarakat nagari setempat. (Humas)

Sidak Absensi ASN Pemko Payakumbuh, Sekda Rida : Jangan Mangicuah

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Apel pagi pada Senin (10/8) kemaren di Balaikota sedikit berbeda. Biasanya memberikan amanat, namun kali ini Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda langsung meminta setiap OPD memeriksa kehadiran pegawainya masing-masing.

Sebagai Pembina Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekda selalu menekankan agar pegawai pemerintah bekerja dengan disiplin dan taat aturan, membuktikan etos kerja yang tinggi.

“Berapa jumlah yang hadir dilaporkan harus sesuai dengan yang ikut apel pagi ini, jangan “mangicuah”, kita ini digaji dengan uang rakyat, jangan sampai mangkir dari kewajiban kita,” ungkap Sekda.

Sekda juga menyebutkan apabila gaji 13 keluar nantinya, harusnya sebagai ASN dapat menyambutnya dengan bentuk kinerja yang maksimal. ASN menerima haknya dengan bukti kerja mereka yang juga baik.

“Kita akan terus melakukan evaluasi terhadap pegawai di lingkungan Pemko Payakumbuh, ini adalah komitmen kita mewujudkan pemerintahan yang kompeten dan kredibel, apalagi dengan memanfaatkan teknologi absensi sudah memakai Finger Print,” ungkapnya.

Sementara itu, usai pembinaan dari Sekda dalam apel pagi tersebut, Kepala Dinas Kominfo Jhon Kenedi menginstruksikan kepada ASN dan THL di instansinya untuk menjadikan pesan Sekda itu sebagai perhatian, karena sangat penting sekali.

“Kedepannya, kita berharap, setiap laporan dalam apel pagi. Diskominfo, hadir lengkap, Insyaallah, kita bisa!” pesannya dalam Grup Whatsapp Dinas Kominfo. (Humas)

Mahasiswa KKN IPB Melakukan Sosialisasi dan Aplikasi Biopestisida Bersama KWT Sun Flower

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Kuliah Kerja Nyata atau akrab di sebut KKN dikalangan mahasiswa selama masa penanganan pandemi covid-19 diarahkan ke kampung asal para mahasiswa. Seperti halnya mahasiswa asal Luak Limopuluah yang menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor, mereka diberi tugas kuliah kerja nyata di Kota Payakumbuh.

Sekitar 10 orang mahasiswa asal Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota lakukan pendampingan para petani di kelurahan Bulakan Balai Kandi kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh selama 40 hari. KKN Mahasiswa IPB ini mengusung tema “Ketahanan Pangan dan Pencegahan Covid-19.”

KKN yang dilaksanakan secara semi daring oleh mahasiswa IPB selama 40 hari tersebut juga bekerjasama dengan Badan Penangulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Payakumbuh. Hal ini dilakukan untuk menunjang pelaksanaan kuliah kerja nyata para mahasiswa tersebut dilapangan.

Minggu (9/8), para mahasiswa ini lakukan sosialisasi cara pembuatan dan pengaplikasian biopestisida kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sun Flower Kelurahan Bulakan Balai Kandi kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh. Kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan pengaplikasian biopestisida tersebut bertujuan agar Kelompok Wanita tani paham dan mengetahui cara pembuatan biopestisida dari bahan-bahan rumah tangga. Sosialisasi dilakukan di kebun KWT Sun Flower yang berlokasi di belakang Rumah gadang Rakewi.

Kegiatan Sosialisasi diikuti oleh 20 orang anggota KWT Sun Flower. Demonstrasi pembuatan biopestisida menggunakan bahan rumah tangga seperti Bawan merah, Bawang Putih, Sereh dan ranting pohon Kulit Manis. Biopestisida yang dibuat baru bisa digunakan setelah didiamkan Selama dua hari. Selama sosialisasi ibu-ibu KWT sangat aktif dan bersemangat dalam diskusi.

Manfaat dari penggunaan biopestisida pada tanaman yaitu tidak menimbulkan residu pada tanah, aman bagi manusia yang hewan, tidak menyebabkan risisten pada hama yang lain, produk pertanian menjadi lebih sehat, murah dan mudah pembuatannya.

Penggunaan biopestida juga ramah lingkungan sehingga tidak merusak tanah namun hama pada tanaman bisa teratasi. Dengan adanya sosialisasi cara pembuatan dan pengaplikasian biopestisida, masyarakat Bulakan Balai Kandi khususnya Ibu-Ibu KWT Sun Flower bisa mengurangi penggunaan pestisida kimia dan beralih menggunakan biopestisida.

Daftar Nama dosen pendamping dan mahasiswa
KKN-T INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Dosen Pembimbing Lapang

Dr. Dewi Sukma, SP, M.Si

Mahasiswa

Retno Khairani
Hasnah Niaty
Rahmi Hidayanti Syaiful
Oktobi Yuda
Andini Syafira Ariesa
Nadia Oktaviana
Diah Nawang Wulan
Mega Aprillia
Ilham Kurniawan
Nabilla Suhasfi Winarno

DPRD Sumbar Dukung Pemko Payakumbuh Kembangkan Destinasi Wisata Batang Agam

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,– Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muslim mendampingi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Nofrial mengunjungi Kawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Batang Agam Payakumbuh, Jumat (7/8).

Kehadiran Kadis Pariwisata Sumbar kesana dikatakan Nofrial sebagai OPD teknis kepariwisataan untuk melihat secara langsung potensi parwisata di Kota Payakumbuh dan mengkaji lebih mendalam apasaja iven-iven yang sangat memungkinkan untuk dilaksanakan di Payakumbuh sebagai dayatarik pariwisata yang dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

“Bisasaja nantinya ada iven digelar disini dengan pembiayaan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumbar,” ungkap Nofrial.

Hal ini bukan isapan jempol semata, karena dapat dilihat semakin hari daya tarik Batang Agam sebagai calon objek wisata baru di Payakumbuh itu semakin meningkat. Wisata tepi sungai itu seakan menjadi magnet tersendiri bagi warga kota batiah, bahkan warga luar kota untuk berkunjung ke sana.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi menyebut dengan segala kewenangannya, sangat memungkinkan anggaran dari provinsi untuk pembangunan kampung pariwisata yang berbasis kebudayaan minangkabau di Payakumbuh, apalagi di Payakumbuh pelaku seni dan UKM kuliner minang sangat luar biasa banyak.

“Kita nanti minta OPD terkait mencarikan bagaimana regulasinya agar kampung pariwisata ini terwujud di Payakumbuh,” ungkapnya.

Plt. Kadisparbudpora Andiko Jumarel menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar ini, dikatakannya beberapa kegiatan di dinas terpaksa ditiadakan akibat wabah Covid-19. Dirinya berharap dengan adanya dukungan dari pemprov dan DPRD provinsi dapat menjadi angin segar bagi perkembangan pariwisata di Payakumbuh.

“Kita sangat apresiasi masukan, saran, dan dukungan dari pemerintah provinsi bersama DPRD ini, kita tentu berharap nanti kedepannya bagaimana pelaku seni dan UKM kuliner minang di kota kita dapat difasilitasi untuk mempromosikan produknya dalam bentuk kegiatan ekonomi kreatif atau E-kraf,” ujarnya.

Senada, Kadis PUPR Muslim mengungkapkan Pemko Payakumbuh sangat bersyukur dengan rencana pemerintah provinsi untuk ikut serta dalam penataan Kawasan Batang Agam yang sudah sejalan dengan program pemerintah Kota Payakumbuh.

“Rencana kita tentu membangun pusat-pusat kuliner, perkampungan budaya, olah raga, serta akan mengadakan iven-iven rutin, pagelaran seni budaya di sepanjang Batang Agam seperti pacu itiak, festival dayung dan sebagainya,” terang Muslim.

“Dalam hal ini pemprov akan ikut ambil bagian dalam perencanaan pembangunan fisiknya maupun mengadakan ivent yang dimaksud dengan menggunakan APBD provinsi,” pungkasnya. (Humas)

Mahasiswa Upertis Praktik Disaster di Kantor BPBD Kota Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com,– Sebanyak 14 orang Mahasiswa program studi Ners Universitas Perintis (Upertis), yang sebelumnya bernama STIKes Perintis, melaksanakan praktik Keperawatan Disaster di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Rabu (5/8) hingga Sabtu (8/8).

“Keperawatan Disaster mempelajari tentang manajemen kebencanaan dan kegawatdaruratan bencana alam. Keperawatan Disaster salah satu mata kuliah di Upertis. Praktik lapangan mahasiswa diarahkan ke BPBD yang fokus terhadap penangulangan bencana,” kata Ns.Aldo Yuliano, S.Kep saat penyerahan mahasiswa di kantor BPBD, (5/8).

Sementara itu, Ns.Maidaliza, M.Kep yang juga dosen pembimbing saat penutupan praktik lapangan, Sabtu (8/8) mengatakan, “praktik Keperawatan Disaster profesi Ners ini, waktunya sangat terbatas. Sebetulnya dijadwalkan 2 minggu. Berhubung pandemi Covid-19, maka diselenggarakan 1 minggu secara daring, dan 1 minggu di lapangan.”

Masih dalam kesempatan yang sama, melalui kata sambutan, Ir.Yufnani Away, MM selaku Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh didampingi, Jasrial, Sp.T, Kabid Kedaruratan dan Logistik, serta Ade Chandra, SKM.,M.Kes, Kasubag Perencanaan mengungkapkan, “kita sangat senang dan memberi apresiasi pada Upertis yang telah memasukan mata kuliah tentang disaster ini sebagai materi pembelajaran,” katanya.

Masih menurut Yufnani Away bahwa, “jurusan kuliah yang fokus tentang kebencanaan ini, untuk level sarjana belum ada di Indonesia. Untuk itu, kita sangat mengapresiasi Upertis telah memulainya. Meski sepenuhnya belum berbentuk jurusan, tapi masih bagian dari materi jurusan Keperawatan. Yang penting sudah ada kampus yang memulai,” imbuhnya.

Terpantau, setelah menyampaikan kata sambutan, Kalaksa BPBD beserta jajaran, dihadiri juga perwakilan Kelompok Siaga Bencana (KSB) se- Kota Payakumbuh ikut berbagi pengalaman dan berdiskusi terkait penanganan bencana non alam Covid-19, dengan segenap mahasiswa Upertis di bawah tenda terbuka, di halaman kantor BPBD yang terletak di Bukik Sibaluik, bekas Kantor Balai Kota Payakumbuh.

Adapun materi yang didiskusikan adalah tentang Covid-19, dan tatanan kehidupan baru di masa pandemi, serta tentang cara penanganan dan evakuasi penderita patah tulang saat bencana alam. Diskusi terlihat hangat, anggota KSB pun tampak antusias mengikuti diskusi, serta memberi pertanyaan.

Dalam kesempatan yang sama, Susi Susanti mahasiswa Upertis, bertindak sebagai moderator dan mengatur jalannya diskusi, diakhir sesi mewakili almamaternya, ia menyampaikan rasa kagumnya. “Kami mahasiswa Upertis sangat terkesan dengan penerimaan BPBD Kota Payakumbuh. Telah menerima dan memfasilitasi kami dengan sangat baik, serta mau hadir berdiskusi dan berbagi pengalaman selama menjalani praktik,” tutupnya.(*)

Ada Lomba Lagu Secara Virtual Di Payakumbuh, Mari Ikutan

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-75, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) menggelar lomba budaya daerah dalam bentuk lomba lagu kedaerahan.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Payakumbuh Sri Joko Purwanto saat diwawancara media, Rabu (5/8), menyebut lomba lagu ini diselenggarakan secara virtual, karena saat ini suasana masih dalam kondisi wabah Covid-19.

“Karena kondisinya masih Covid-19 maka lomba kali ini digelar secara virtual, peserta yang ikut lomba mengirimkan hasil rekaman mereka dalam bentuk video, dengan durasi video lagu itu maksimal 10 menit (total) untuk 2 lagu masing-masing 1 lagu wajib dan 1 lagu pilihan daerah asal, dan peserta memakai baju pakaian daerahnya masing-masing,” terang Sri Joko yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Payakumbuh.

Sementara untuk ketentuan lomba adalah peserta merupakan utusan dari paguyuban, perkumpulan, kelompok, atau suku di Payakumbuh.

“Lokasi perekaman video berada di Payakumbuh, kita menyarankan agar dapat sekaligus mempromosikan wisata Payakumbuh dan peserta tidak diperkenankan mengedit vokal (Fix),” kata Sri Joko.

Kakankesbangpol Budhy D Permana menyebut hadiah yang disediakan berupa trophy dan tabanas.

“Meski di tengah Covid-19, semangat kebangsaan harus tetap kita gaungkan, negara dan dunia saat ini sedang dilanda wabah, kita harus menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapinya, semoga wabah ini cepat berlalu dan kita tetap menjadi bangsa yang kuat, ada warga negara yang cinta pada tanah airnya” kata Budhy.

Lagu wajib : Laruik Sanjo, Kampuang Nan Jauah Di Mato, Lintuah, Sansaro, Usah Diratok’i, dan Ayam Den Lapeh.

Video peserta lomba dikirim melalui instagram @kesbangpol.

Pendaftaran dibuka dari tanggal 3 hingga 18 Agustus 2020.

Contact person : Kasi Kesbangpol, Yusniwarti (085274065796)

(Humas)

Pembangunan Masjid Agung Telah Disetujui DPRD, Impian Masyarakat Payakumbuh Segera Terwujud

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Pembangunan Mesjid Agung akhirnya disetujui oleh DPRD Kota Payakumbuh. Keputusan ini diambil setelah insiasi yang dilakukan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi untuk mewujudkan impian warganya itu, dengan melalui perjalanan yang cukup panjang, bahkan ada diskusi dengan berbagai lembaga kedaerahan, juga bersama DPRD.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Antara Wali Kota dengan DPRD Kota Payakumbuh dalam Rapat Paripurna, Rabu (5/8) menjadi tahap awal untuk mendukung terlaksananya pembangunan mesjid yang menjadi impian besar masyarakat Kota Randang ini secara multi year (tahun jamak), mulai tahun 2021 hingga 2022.

Riza menyampaikan pembangunan Masjid Agung nantinya akan menjadi ikon baru Kota Payakumbuh dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga mampu menjadi tempat penyelesaian masalah sosial masyarakat, sarana pendidikan adat, hingga objek wisata yang dapat bersaing dengan ikon sejenis.

“Identik dengan falsafah Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” kata Riza dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Hamdi Agus itu.

Senada, juru bicara DPRD Maharnis Zul mengungkapkan harapan seluruh fraksi agar pembangunan mesjid ini dapat meningkatkan kualitas karakter masyarakat Payakumbuh secara keseluruhan. Masukan yang disampaikan DPRD kepada pelaksanannya nanti agar sesuai prosedur dan tepat waktu.

“Melalui pembangunan Masjid Agung, diharapkan masyarakat Kota payakumbuh dapat menjadi masyarakat yang lebih religius dan masjid mampu menjadi tempat yang fundamental untuk pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Antara Wali Kota Riza Falepi dan anggota DPRD saling menyampaikan rasa apresiasi dengan telah disetujuinya Pembangunan Mesjid Agung Payakumbuh. Termasuk kepada masukan dan saran yang telah diberikan selama proses audiensi dengan berbagai pihak.

“Saya berterima kasih atas kritik dan saran dari seluruh pihak yang terlibat yang nantinya akan memberi manfaat untuk pembangunan Kota Payakumbuh yang lebih maju lagi,” pungkas Riza. (Humas)

Wako Jadi Narsum di Acara BPK RI Perwakilan Sumbar

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,– Sebagai kota dengan pengelolaan jaringan internet yang sudah terintegrasi bagi seluruh perangkat daerah di Kota Payakumbuh, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi didapuk sebagai narasumber di BPK RI Perwakilan Sumbar tentang pemeriksaan pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui daring di Aula Randang, Selasa (04/08).

Wali Kota Payakumbuh menyampaikan sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 95 Tahun 2018 Pemko Payakumbuh melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah melahirkan dan mengembangkan berbagai aplikasi untuk layanan internal Pemerintah seperti E-Kinerja, E-SPPD dan sebagainya.

“Contohnya saja, dengan adanya aplikasi E-Kinerja ini pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberikan kepada ASN sesuai dengan kinerjanya tanpa ada kecurangan,” papar Riza Falepi.

Lebih lanjut Riza mengatakan, selain untuk internal pemerintahan Pemko Payakumbuh juga menghadirkan berbagai aplikasi untuk kemudahan layanan publik bagi masyarakat Kota Payakumbuh.

“Untuk diketahui, pengelolaan IT di Mall Pelayanan Publik Kota Payakumbuh kita menjadi reverensi di Sumbar,” ungkap Wako Riza Falepi.

Selain itu Wali Kota yang bergelar Dt. Rajo Kaampek Suku tersebut mengatakan juga telah menciptakan aplikasi SIPADUKO untuk memudahkan masyarakat berobat ke Puskesmas, SAGOPAY untuk pembayaran PDAM, UDAKOPAY untuk update data Kota Payakumbuh dan lainnya.

“Sampai saat ini kita sudah mengembangkan 16 aplikasi sendiri, aplikasi pemerintah pusat dan pengembangan eksternal 27 aplikasi serta 27 website perangkat daerah,” ucapnya.

Sebagai daerah yang minim anggaran, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan Pemko Payakumbuh sukses mengembangkan IT dengan tekat dan kemauan kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Prinsipnya, pengembangan IT di Payakumbuh walaupun miskin anggaran tapi kaya fungsi,” pungkas Riza sambil tersenyum. (Humas)

Wako Ajak Seluruh Unsur Edukasi dan SosialisasiTerkait Masalah Covid-19 Ditengah Masyarakat

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Walikota H. Riza Falepi, mengaku prihatin, menyaksikan warga kota yang mulai lengah dengan protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19. Selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Payakumbuh, walikota mengajak seluruh unsur gugus tugas, jangan pernah berhenti melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait Covid-19.

Ditemui awak media ini di Payakumbuh, Selasa (4/8), walikota menyebut data Covid-19 di Sumatera Barat cenderung memburuk dan membentuk cluster baru di tempat kerja pemerintahan. Walikota tidak menginginkan, di antara warga kota yang terserang Covid-19. Apalagi sampai meninggal dunia.

“Jangan ada tangis warga akibat terpapar Covid-19 di Payakumbuh,” tegas walikota.

Dikatakan, berdasarkan data gugus tugas provinsi, kasus tertinggi terjadi 31 Juli 2020, dengan 41 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mayoritas, adalah pegawai pemerintah dan tenaga kesehatan. Senin kemarin, masih tercatat 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Total positif di Sumbar sudah mencatat 972 orang, sembuh 770 orang, meninggal 34 orang dan masih menjalani isolasi mandiri 168 orang.

Terkait dengan kasus dimaksud, Gubernur Irwan Prayitno dan Walikota Riza Falepi, sama-sama mengeluarkan surat edaran, agar semua ASN, karyawan BUMN/BUMD dan anggota TNI/Polri, setiap melakukan perjalanan keluar Sumatera Barat, wajib menjalani test SWAB.

Test SWAB secara gratis itu, wajib dilakukan, dalam rangka melindungi diri sendiri, keluarga, rekan sekerja dan masyarakat. Bagi yang melakukan perjalanan udara, SWAB dapat dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau. Sedangkan, bagi yang berpergian melalui jalan darat dan laut, SWAB dilakukan di rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Covid-19 Sumatera Barat, bukti nyata, wabah virus corona deasase belum berakhir. Lakukanlah aktifitas kehidupan di era new normal secara disiplin. Terapkan protokol kesehatan, berupa menjaga jarak, pakai masker, selalu mencuci tangan pakai sabun serta hindari kerumunan.

Walikota Riza meminta Sekdako Rida Ananda untuk perintahkan seluruh pimpinan perangkat daerah, ikut berperan melakukan edukasi terkait Covid-19. Tempat-tempat pelayanan publik, harus diawasi secara ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Begitu juga di tempat keramaian lainnya, seperti pusat perbelanjaan di Pasar Ibuah, pasar bertingkat, pasar modern, supermarket dan di objek wisata, juga harus diperketat pemakaian protokol kesehatan Covid-19 ini”, simpul walikota dua periode ini. (Relis)