Bakal Calon Wakil Bupati Pessel, RH jalin Silaturahmi Bersama FKP – Pessel,

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Bakal Calon Wakil Bupati, Kabupaten Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah, akan maju mendampingi incumbent Rusmayul Anwar, pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2020 mendatang, terus melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, salah satunya dengan beberapa pengusaha asli Pessel ada di Jakarta.

Tokoh muda Milenial Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah terus menunjukan keseriusan nya, untuk tampil pada pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan.

Setelah resmi di kenalkan di publik, oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, S.E, didampingi Bakal Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Rudi Hariyansyah, telah memperkenalkan diri ke tengah masyarakat, dan tokoh masyarakat di Pesisir Selatan.

Pada kesempatan itu, Andre memintak seluruh kader Partai Gerindra, Pengurus DPC. Partai Gerindra Pessel tidak ada lagi tawar menawar untuk tidak berjuang memenangkan pasangan Rusmayul Anwar dan Rudi Hariyansyah, sebagai bupati dan wakil bupati Pessel, 9 Desember 2020 mendatang

” Saya siap maju pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Pessel 9 Desermber 2020 mendarangtang mendampingi Pak Rusmayul Anwar,” tegas Rudi Hariyansyah, Senin (10/8).

Dikatakan Rudi, untuk mengenalkan lebih dekat pada sanak saudara, teman, sahabat dan rekan ada di perantuan, bahwa keseriusan untuk maju pada Pilkada Pessel. Yaitu, dengan Sekjen FKP – Pessel dan beberapa orang pengusaha Pesisir Selatan, ada di Jakarta.

Menempatkan pendidikan keagamaan sebagai pondasi awal, maka tidak tertutup kemungkinan rasa ketakutan itu akan hilang, untuk menuju perubahan Pesisir Selatan yang bersinar juga berkarakter. Ungkap tokoh muda Pessel.

” generasi muda harus memiliki berkarakter, generasi muda harus mampu tampil menjadi perubahan, pada  maju dan mundurnya pembangunan,” ajak dirinya.

Maka,  membangun infrastruktur itu harus diawali dengan membangun akhlak manusia itu sendiri, dengan pondasi agama yang kuat maka akan terbentuk sumber daya manusia profesional, berkarakter, dan berkepribadian.

” Segala resiko telah dipikir, walaupun harus mundur daru pekerjaan telah digeluti puluhan tahun. Itu komitmen saya untuk ikut Pilkada Pessel 2020 di kampung halaman Pesisir Selatan itu sudah bulat, ” ungkap Rudi.

Anak ke lima bersaudara dari orang tua Hj.Wel ( Tapan suku Chaniago), H Jafri ( Air Haji suku Melayu), lahir di Tapan tahun 1982, mengawali pendidikan sekolah dasar di SDN. 01 Pancung Soal, Rudi Hariyansyah melanjutkan jenjang pendidikan agama di pondok pesantren gontor

Pesantren Darunajah Jakarta, tidak lain binaan pondok Pesantren Gontor. Apoteker 2007 – 2008 ISTN Jakarta, SI Farmasi 2005 – 2007 ISTN Jakarta, D3 Aryafarma 2000 – 2003 Stikes MH Thamrin Jakarta, SLTA 1997 -2000 SMU N 1 Pancung Soal, SLTP 1994 – 1997 Panpres Darunnajah Jakarta dan SDN 01 Pancung Soal 1988 – 1994.

” Mari kita ubah rasa ketakutan ini, menuju perubahan Kabupaten Pesisir Selatan yang bersinar, ” tegas Rudi Hariyansyah.(*)

Syafni Adlisman: Jangan Abai dengan Protokol Kesehatan

Dharmasraya,BeritaSumbar.com,-Kegiatan penyegaran pengetahuan terkait penerapan posyandu di era new normal bagi kader posyandu dan kader dasawisma, masih terus berlanjut. Jum’at (07/08/20), giliran kader di Kecamatan Pulau Punjung yang mendapat penyegaran.

Acara yang digelar di GPU Kecamatan Pulau Punjung tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II TP PKK Kabupaten Dharmasraya, Ny. Syafni Adlisman, Camat Pulau Punjung, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan, Kepala UPT Puskesmas Sungai Dareh, serta Ketua TP PKK Kecamatan dan Nagari setempat.

Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya, Ny. Dewi Sutan Riska, Syafni dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan penyegaran ini sangat penting dilakukan, agar kader memiliki pengetahuan yang mumpuni terkait Covid-19 dan pola hidup normal baru. Itulah kenapa, sebutnya, TP PKK Kabupaten Dharmasraya berkolaborasi dengan UPT Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan ini secara bergilir ke seluruh kecamatan.

“Pelayanan posyandu di masa new normal diharapkan tetap berjalan. Namun tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Syafni.

Selain itu, Syafni juga meminta para kader untuk ikut berperan dalam pencegahan penularan Covid-19, dengan aktif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Protokol kesehatan ini penting sekali untuk diterapkan oleh masyarakat, agar kasus Covid-19 tidak terus bertambah. Kita jangan menganggap remeh, merasa aman, kemudian abai dengan protokol kesehatan,” pungkas Syafni.(humas)

dr. Dian Fadly Amran: Posyandu Berperan Penting Dalam Kehidupan Anak Usia Dini

Padang Panjang,BeritaSumbar.com, – Ketua TP PKK Kota Padang Panjang Ny. dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP temu ramah dan sosialisasi dengan Posyandu Mandiri Berkah Komplek Sago RT 14 Kelurahan Ngalau, Minggu (9/8).

Temu ramah tersebut juga bertepatan dengan Milad Posyandu yang pertama. Posyandu ini hanya melayani pada hari minggu mengingat area komplek yang kebanyakan ASN yang tidak sempat membawa anaknya ke posyandu saat jam kerja.

Menariknya, kehadiran posyandu yang memiliki enam kader ini bekerja dengan sukarela dengan memakai semboyan SAJUTA “Sabar, Jujur dan Tawakal”.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil II PKK Kota Ny. Srihidayani Sonny Budaya Putra, Ketua Pokja IV dr. Faizah, Lurah Ngalau Dani Afriko, S.Sos, kader PKK Kelurahan Ngalau serta tim dari Posyandu.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Ny. Dian mengatakan bahwa peranan posyandu sangat penting dalam kehidupan anak-anak usia dini. Mulai dari 1000 hari kehidupan, gunanya yaitu untuk mengetahui gizi dan mencegah stunting pada anak yang kebanyakan terjadi di Indonesia.

“Kami berharap, warga sekitaran Komplek Sago ini paham dan mengerti akan pentingnya posyandu, dan kami dari PKK siap membantu jika ada problem nantinya,” jelas Ketua PKK Ny.Dian.

Disamping itu, sosialisasi juga disampaikan oleh Ketua Pokja IV dr. Faizah terkait pentingnya imunisasi untuk anak-anak.

Selain itu Ketua PKK Kota Padang Panjang menyerahkan bantuan dari Kementerian Kesehatan kepada Posyandu Mandiri Berkah.(relis)

Terkait Kinerja Satpol PP Kota Padang ini Pernyataan Organisasi PMM

Padang,BeritaSumbar.com,— Beberapa waktu yang lalu viral sebuah video Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah cekcok dengan emak-emak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pantai Kota Padang, Sumatera Barat.

Dari video itu pula, terlihat PKL mengeluarkan kata-kata kotor. Bahkan di video, seorang emak-emak terekam dengan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pemimpin kota Padang itu.

Organisasi Pergerakan Milenial Minang ( PMM) sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi,

“Kita menilai hal itu terjadi akibat tidak seimbangnya empati dan aturan pemerintah, antara pedagang kecil yang bermodalkan kecil,

“Sangat di sayangkan pemerintah sangat kecil sekali perhatiannya terhadap usaha rakyat seperti ini, mungkin itu yang mengakibatkan Walikota Padang mendapatkan respon yang buruk saat menegur pedagang yang berjualan dibahu jalan pantai purus tersebut”.

“Karna tidak ada solusi yang di berikan kepada Mereka, meskipun sudah di bubarkan beberapa hari kemudian mereka pasti akan berjualan kembali di tempat yang sama karena mereka harus mencari nafkah untuk anak dan keluarganya”. Tutur Fikri Haldi Ketua umum Pergerakan Milenial Minang tersebut.

“Setelah pasca kejadian Pada Jumat (7/8) , petugas Satpol PP melakukan penertiban dan sedikit mendapatkan perlawanan. Kasi Trantib Satpol PP Padang Barat, Noverman mengatakan pihaknya melakukan penertiban agar tidak ada pedagang yang berjualan di atas trotoar. Karena trotoar yang ada ini merupakan fasilitas umum yang dibangun oleh Pemerintah trotoar dibangun diperuntukkan kepada pejalan kaki dan bukan untuk pedagang. ,” (9/8/2020).

Pria yang kerap disapa Kuya Fikri ini melanjutkan “Kita melihat itu bukan sebuah kesungguhan hati dari pemerintah kota Padang untuk menegak aturan yang berlaku, melainkan kita melihat mereka bergerak atas dasar balas dendam dan sakit hati,

” Satpol PP hanya menertibkan pedagang yang di bahu jalan di pantai purus saja, di jembatan Siti Nurbaya juga berdagang di bahu jalan, bahkan sepanjang jembatan Siti Nurbaya pejalan kaki tidak bisa memakai trotoar, padahal itu hak mereka sebagai pejalan kaki,

“Kita lihat di kota Padang ini banyak sekali pedagang yang berjualan di bahu jalan, bahkan ada yang membangun kedai semi permanen di bahu jalan, kenapa tidak di tertibkan,

PKL jualan di trotoar menggunakan tenda bongkar pasang di Pantai Padang, diributkan, warga menggunakan trotoar untuk warung permanen di trotoar Andalas dan beberapa titik di kota padang, dibiarkan saja,

PMM juga menilai selama ini kinerja Satpol PP Kota Padang sangat buruk dalam nenegakkan Perda, Mulai dari Kafe dan karoke Ilegal menjamur dan PKL yang berdagang di bahu jalan, akibat kinerja buruknya lah walikota Mahyeldi di maki-maki

“Kita minta walikota Padang memecat kepala dinas Satpol PP Kota Padang karna tidak bisa bekerja dengan baik”. tutup Fikri.(*)

Informasi Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Per 8 Agustus 2020

Padang,BeritaSumbar.com,-Total sampai hari ini telah 1.102 orang 6Warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 23 orang warga sumbar positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 5 orang, sehingga total sembuh 802 orang.

Spesimen sampai hari ini:

Jumlah Spesimen Diperiksa: 78.972

Jumlah Orang Diperiksa: 69.123

Positivity Rate (PR): 1,59% (sampai hari ini masih Terendah dan terbaik nasional).

Total 1.102 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dengan rincian:

Dirawat di berbagai rumah sakit 117 orang (10,6%)

Isolasi mandiri 106 orang (9,6%)

Isolasi daerah 16 orang (1,5%)

Isolasi BPSDM 27 orang (2,5%)

Meninggal dunia 34 orang (3,1%)

Sembuh 802 orang (72,8%)

Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melaporkan bahwa dari 1.929 sample (Lab Fakultas Kedokteran UNAND 1.872 spesimen dan Lab Veterenir Baso Agam 57 spesimen), terkonfirmasi tambahan 23 (dua puluh tiga) orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 (sebagai koreksi rilis tadi pagi, dikarenakan 4 sample dengan hasil inkonklusif), kesembuhan pasien covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 5 orang.

Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 23 orang yaitu:

1. Kota Padang 17 orang;

2. Kota Solok 2 orang;

3. Kabupaten Solok 1 orang;

4. Kabupaten Pasaman Barat 2 orang dan;

5. Kota Bukittinggi 1 orang.

Ada koreksi jumlah dan asal warga terkonfirmasi. Pagi tadi diinfokan 27 positif. Namun berdasarkan tracking dan tracing, ternyata hanya 23 orang pertambahan positif. Kalau tadi diinformasikan ada warga Agam, setelah tracking dan tracing, ternyata warga Kota Bukittingi.

Begini rincinannya:

Kota Padang

1. Wanita 10 th, warga Tanah Sirah Piai, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

2. Wanita 43 th, warga Tanah Sirah Piai, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat di RS. Unand.

3. Wanita 21 th, warga Tanah Sirah Piai, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

4. Pria 20 th, warga Flamboyan Baru, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

5. Pria 21 th, warga Flamboyan Baru, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

6. Wanita 55 th, warga Flamboyan Baru, pekerjaan Dosen, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

7. Pria 56 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan Swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

8. Wanita 56 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan Kader Posyandu, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

9. Pria 40 th, warga Kubu Dalam Parak Karakah, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

10. Wanita 45 th, warga Alai Parak Kopi, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

11. Pria 48 th, warga Alai Parak Kopi, pekerjaan Swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

12. Pria 21 th, warga Alai Parak Kopi, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

13. Wanita 30 th, warga Korong Gadang, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

14. Bayi (perempuan) 7 bulan, warga Korong Gadang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

15. Batita (laki-laki) 2 th, warga Korong Gadang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

16. Wanita 49 th, warga Gurun Laweh, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Jakarta tanggal 31 Juli 2020, penanganan isolasi mandiri sementara.

17. Pria 34 th, warga Ulak Karang, pekerjaan Tenaga Kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kota Solok

1. Pria 13 th, warga Sinapa Piliang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

2. Pria 15 th, warga Tanjuang Paku, status pelajar, diduga terpapar dari aktivitas, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kabupaten Solok

1. Wanita 65 th, warga Bukik Sundi, pekerjaan pedagang, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kabupaten Pasaman Barat

1. Pria 30 th, warga Lingkuang Aua, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Aceh tanggal 2 Agustus 2020, penanganan dirawat di RSUD Pasaman Barat.

2. Wanita 25 th, warga Lingkuang Aua, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Aceh tanggal 2 Agustus 2020, penanganan dirawat di RSUD Pasaman Barat.

Kota Bukittinggi

1. Wanita 26 th, warga Parik Antang, pekerjaan Guru, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.

Pasien sembuh sebanyak 5 orang dengan rincian:

1. Pria 48 th, warga Mato Aia, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Rasidin Padang.

2. Pria 46 th, warga Koto Lua, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Rasidin Padang.

3. Pria 31 th, arga Kampuang Jao, pekerjaan Swasta, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, pasien karantina BPSDM.

4. Pria 33 th, warga Padang Lua Kabupaten Agam, pekerjaan Guru, diduga terpapar dari pekerjaan pasien karantina BPSDM, pasien karantina BPSDM.

5. Pria 43 th, warga Indaruang, pekerjaan Swasta, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien Semen Padang Hospital.

Berikut perkembangan Covid-19 di Sumbar, Sabtu 8 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB.

Kasus Suspek dengan total 177 orang.

Dirawat sebanyak 11 orang.

Isolasi mandiri sebanyak 166 orang.

Berikut rincian persentase meninggal dan sembuh per Kabupaten Kota, kondisi Sabtu 8 Agustus 2020:

1. Kota Padang Panjang (Kategori Kuning)

Total positif 32 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 32 orang (100%)

2. Kab. Limopuluah Kota (Kategori Kuning)

Total positif 15 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 15 orang (100%)

3. Kab. Sijunjung (Kategori Kuning)

Total positif 11 orang

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 11 orang (100%)

4. Kab. Solok Selatan (Kategori Hijau)

Total positif 9 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 9 orang (100%)

5. Kab. Kep. Mentawai (Kategori Hijau)

Total positif 8 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 8 orang (100%)

6. Kab. Pasaman (Kategori Hijau)

Total positif 5 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 5 orang (100%)

7. Kota Payakumbuh (Kategori Kuning)

Total positif 23 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 22 orang (95,7%)

8. Kab. Dharmasraya (Kategori Kuning)

Total positif 34 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 32 orang (94,1%)

9. Kab. Tanah Datar (Kategori Kuning)

Total positif 14 orang.

Meninggal 1 orang (7,1%)

Sembuh 13 orang (92,9%)

10. Kota Bukittinggi (Kategori Kuning)

Total positif 20 orang.

Meninggal 1 orang (5%)

Sembuh 17 orang (85%)

11 Kab. Pesisir Selatan (Kategori Kuning)

Total positif 21 orang.

Meninggal 1 orang (4,8%)

Sembuh 17 orang (80,95%)

12. Kab. Padang Pariaman (Kategori Kuning)

Total positif 28 orang.

Meninggal 1 orang (3,6%)

Sembuh 21 orang (75%)

13. Kota Padang (Kategori Orange)

Total positif 762 orang.

Meninggal 27 orang (3,5%)

Sembuh 555 orang (72,8%)

14. Kab. Agam (Kategori Kuning)

Total positif 42 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 22 orang (52,9%)

15. Kab. Pasaman Barat (Kategori Kuning)

Total positif 4 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 2 orang (50%)

16. Kota Pariaman (Kategori Kuning)

Total positif 5 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 2 orang (40%)

17. Kab. Solok (Kategori Orange)

Total positif 22 orang.

Meninggal 3 orang (13,6%)

Sembuh 8 orang (36,4%)

18. Kota Solok (Kategori Orange)

Total positif 29 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 8 orang (27,6%)

19. Kota Sawahlunto (Kategori Kuning)

Total positif 18 orang.

Meninggal 0 orang (0%)

Sembuh 2 orang (11,1%)

Dari 19 Kabupaten Kota Se Sumatera Barat, setelah 23 Minggu masa status tanggap darurat pandemi Covid-19 diberlakukan, kategori daerah berdasarkan zona adalah:

Zona Orange (3 Daerah): Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang.

Zona Kuning: (13 Kab Kota) Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat.

Zona Hijau: (3 Kab Kota) Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok Selatan.

Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Semoga wabah pandemi covid-19 segera berakhir. Aamiin.

Terima kasih.

Jasman Rizal

Kepala Dinas Kominfo Prov. Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar

Mahasiswa Upertis Praktik Disaster di Kantor BPBD Kota Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com,– Sebanyak 14 orang Mahasiswa program studi Ners Universitas Perintis (Upertis), yang sebelumnya bernama STIKes Perintis, melaksanakan praktik Keperawatan Disaster di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Rabu (5/8) hingga Sabtu (8/8).

“Keperawatan Disaster mempelajari tentang manajemen kebencanaan dan kegawatdaruratan bencana alam. Keperawatan Disaster salah satu mata kuliah di Upertis. Praktik lapangan mahasiswa diarahkan ke BPBD yang fokus terhadap penangulangan bencana,” kata Ns.Aldo Yuliano, S.Kep saat penyerahan mahasiswa di kantor BPBD, (5/8).

Sementara itu, Ns.Maidaliza, M.Kep yang juga dosen pembimbing saat penutupan praktik lapangan, Sabtu (8/8) mengatakan, “praktik Keperawatan Disaster profesi Ners ini, waktunya sangat terbatas. Sebetulnya dijadwalkan 2 minggu. Berhubung pandemi Covid-19, maka diselenggarakan 1 minggu secara daring, dan 1 minggu di lapangan.”

Masih dalam kesempatan yang sama, melalui kata sambutan, Ir.Yufnani Away, MM selaku Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh didampingi, Jasrial, Sp.T, Kabid Kedaruratan dan Logistik, serta Ade Chandra, SKM.,M.Kes, Kasubag Perencanaan mengungkapkan, “kita sangat senang dan memberi apresiasi pada Upertis yang telah memasukan mata kuliah tentang disaster ini sebagai materi pembelajaran,” katanya.

Masih menurut Yufnani Away bahwa, “jurusan kuliah yang fokus tentang kebencanaan ini, untuk level sarjana belum ada di Indonesia. Untuk itu, kita sangat mengapresiasi Upertis telah memulainya. Meski sepenuhnya belum berbentuk jurusan, tapi masih bagian dari materi jurusan Keperawatan. Yang penting sudah ada kampus yang memulai,” imbuhnya.

Terpantau, setelah menyampaikan kata sambutan, Kalaksa BPBD beserta jajaran, dihadiri juga perwakilan Kelompok Siaga Bencana (KSB) se- Kota Payakumbuh ikut berbagi pengalaman dan berdiskusi terkait penanganan bencana non alam Covid-19, dengan segenap mahasiswa Upertis di bawah tenda terbuka, di halaman kantor BPBD yang terletak di Bukik Sibaluik, bekas Kantor Balai Kota Payakumbuh.

Adapun materi yang didiskusikan adalah tentang Covid-19, dan tatanan kehidupan baru di masa pandemi, serta tentang cara penanganan dan evakuasi penderita patah tulang saat bencana alam. Diskusi terlihat hangat, anggota KSB pun tampak antusias mengikuti diskusi, serta memberi pertanyaan.

Dalam kesempatan yang sama, Susi Susanti mahasiswa Upertis, bertindak sebagai moderator dan mengatur jalannya diskusi, diakhir sesi mewakili almamaternya, ia menyampaikan rasa kagumnya. “Kami mahasiswa Upertis sangat terkesan dengan penerimaan BPBD Kota Payakumbuh. Telah menerima dan memfasilitasi kami dengan sangat baik, serta mau hadir berdiskusi dan berbagi pengalaman selama menjalani praktik,” tutupnya.(*)

Dalam Bayang-Bayang Korporatokrasi

BeritaSumbar.com,-Eropa mencapai titik baliknya ketika terjadi renaisans pada awal abad ke-16. Yang mengantarkan Eropa ke peradaban yang sama sekali baru. Peradaban yang membawa bangsa barat ke dalam kemajuan yang sangat pesat. Perubahan yang sama diharapkan oleh semua rakyat Indonesia ketika runtuhnya rezim orde baru: kedaulatan rakyat.

Reformasi yang diharapkan menjadi tonggak perubahan ke arah Indonesia yang lebih demokratis hingga sekarang masih belum bisa diwujudkan. Selama 22 tahun era peralihan ini berlangsung rakyat Indonesia terlihat sama sekali tidak bergerak maju ke arah cita-cita bangsa; menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Agenda reformasi terancam tinggal hanya sebagai sebuah konsepsi usang yang tidak akan pernah terwujudkan.

Baca Juga: YA, Harapan Baru Arah Baru Pessel di Pilkada Pessel 2020

Permasalahan yang mengemuka sekarang adalah apa yang salah dengan reformasi? Dan kemanakah reformasi hendak diarahkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan hal yang penting untuk dijawab. Agenda utama dari reformasi adalah demokrasi. Ini artinya tatanan negara yang hendak dicapai oleh reformasi adalah kedaulatan penuh di tangan rakyat. Secara teoritis dalam suatu negara demokrasi rakyat memiliki peranan yang penting dan mempunyai andil yang besar dalam menentukan arah kebijakan negara. Adapun pemerintah hanya berfungsi sebagai pelaksana dari kehendak rakyat tersebut. Namun dalam tatanan praktis–di Indonesia– berbanding terbalik. Sebuah konsensus umum saat ini negara berhadapan dengan rakyat, keduanya saling mencurigai. Kita saksikan hak-hak rakyat dikebiri. Penggusuran dimana-mana, suara-suara dibungkam, hukum tebang pilih, kebijakan yang mencekik rakyat. Bersamaan dengan hal itu maka muncullah sikap skeptis rakyat terhadap negara.

Saat ini negara dikemudikan oleh mereka yang dulu bahu membahu menurunkan Soeharto. Merekalah dulu yang berteriak-teriak menuntut reformasi. Sebut saja Megawati, Adian Napitaluhu, Fahri Hamzah, Fadli Zon, mereka adalah nama-nama yang dulu berdiri di garis depan. Namun setelah merangkak dan duduk di lingkaran kekuasaan seakan terlupa akan apa yang dulu mereka perjuangkan. Sebuah lagu lama Power tends to corrupt , peluang di depan mata tentu harus disambar. Maka menahan diri adalah ujian yang nyata bagi mereka yang menceburkan diri ke dalam kubangan politik. Mereka yang berhasil melewati ujian tersebut yang benar-benar menang.

Sejatinya di tangan merekalah pilihan itu. Jika mereka konsisten dengan cita-cita mereka untuk memperjuangkan kedaulatan rakyat tentulah negara dapat berjalan di atas rel yang seharusnya. Namun hal tersebut kian terlihat utopis, karena kenyataannya kepentingan kelompok di atas kepentingan bersama. Di samping sikap ambisius yang dilihatkan oleh penguasa, status mereka sebagai pengusaha dan keterkaitan mereka dengan korporasi semakin membuat rakyat harus menguburkan jauh cita-cita mereka akan keadilan dan kesejahteraan. Ketika penguasa jalannya miring tentu negara juga demikian.

Dalam keadaan seperti inilah andil pemuda sangat diharapkan. Mereka yang masih memiliki idealisme, mereka yang menyadari bahwa agenda reformasi telah diletakkan di keranjang sampah harus berani mengambil inisiatif. Generasi pemuda mempunyai kewajiban; menyadarkan kembali pendahulu-pendahulu mereka, atau menggantikan mereka sebagai promotor negara. Generasi muda bangsa harus berdiri di garda terdepan. Tentu dengan catatan generasi muda tidak ditunggangi dengan kepentingan tertentu. Kalau tidak demikian kita hanya akan terpaku dalam lingkaran setan: melihat opor kepentingan, dengan rakyat tetap menjadi korban.

Sejalan dengan agenda reformasi yang mandek dimana negara berjalan tidak seperti yang diharapkan. Demokrasi yang didambakan berputar arah menuju kekuasaan otoriter yang bersifat militeristik, elitis, anti kritik, dan membentuk lingkaran setan oligarki. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir dengan berdalih percepatan pembangunan dan untuk kemudahan investasi, pemerintah (Legislatif dan Eksekuti) kesetanan mengebut pelbagai legislasi yang berpihak kepada korporat. Sebut saja Omnibus Law RUU Cipta Kerja, UU Minerba, yang sangat jelas memuat kepentingan politis untuk kepentingan pemilik modal. Bagaimana posisi rakyat dalam keadaan negara seperti ini? Rakyat masih menjadi elemen yang penting dalam artian bukan yang sebenarnya. Indonesia menampilkan wajah demokrasi semu seakan-akan berpihak kepada kepentingan rakyat tapi pada kenyataannya bukanlah demikian. Kapan rakyat benar-benar terlibat dalam perihal bernegara? Lima menit di bilik pemilihan umum dalam kurum waktu lima tahun sekali. Para politisi dengan wajah memelas berpura-pura peduli, berkoar-koar, menyampaikan janji-janji kampanye, pada saat-saat seperti itulah rakyat ambil bagian dalam negara. Terlepas setelah itu tidak ada lagi, yang ada negara menggembosi mereka yang berbicara.

Tentu bukan demokrasi yang seperti ini yang dulu diharapkan para tokoh-tokoh reformasi. Dan pasti bukan praktek demikian yang dicitakan dalam negara demokratis. Ketika rakyat diperlakukan hanya sebagai boneka dan permainan elit negara, negara seperti itu tidaklah pantas disebut sebagai negara dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Arah reformasi kita kian jelas, bagaikan anak panah yang salah sasaran, Indonesia kian jauh dari apa yang dicitakan. Singkatnya cita-cita reformasi menuju negara demokratis menyingkapkan diri sebagai negara korporatokrasi.

Baca Juga: KMDM Olah Sampah Jadi Eco Enzyme

Dibalik carut marut yang terjadi saat ini, sudah sepatutnya kita mengingat kembali agenda yang telah dicanangkan lebih dari dua puluh tahun lampau. Mengingat bukan dalam artian bernostalgia semata, tetapi mengingat bahwa agenda itulah yang menjadi destinasi bangsa. Dan kaum mudalah yang paling utama dalam menjalankan amanat ini. Meskipun itu artinya berbenturan dengan kepentingan mereka generasi dulu yang sekarang bermain-main di tampuk kekuasaan. Tujuan reformasi adalah: demokrasi bukan korporatokrasi.

Penulis: Daniel Osckardo
*Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN imam Bonjol Padang

Walau Porprov diundur, Atlit Pertina Sijunjung Tetap Eksis Berlatih

Sijunjung, BeritaSumbar.com,-Sebanyak 20 orang atlit tinju Ranah Lansek Manih dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan porprov dan untuk masuk Pusat Pendidikan Pelatihan Pelajar Padang, kata pelatih Tinju Sijunjung Kardirai, di Lapangan M.Yamin Muaro Jumat (7/8). Walaupun kegiatan porprov di undur, kita tetap mempersiapkan atlit sebaik mungkin.

Kegiatan latihan ini dilakukan tiga kali seminggu. Adapun hari latihannya Senin, Rabu dan Jumat. Kegiatan latihan dapat bantuan Pemkab, KONI dan dominan swadaya para atlit. Mereka yang ikut dalam pelatihan tinju berasal dari nagari yang ada didaerah ini.

Dari Silantai ada dua orang yang berjarak 58 km dari Muaro Sijunjung. Melihat semangat para petinju ini, kita juga semangat dalam memberikan pembinaan, target kita mereka betul-betul bisa memberikan nama baik untuk Sijunjung, kata pelatih Junaidi Bangkak.

Setiap latihan kita memberikan variasi latihan yang membuat para petinju selalu bersemangat. Kedepan kita juga berharap adanya dukungan dari pihak swasta untuk kemajuan tinju didaerah ini.

Sijunjung memiliki banyak potensi atlit tinju yang berbakat, tinggal kita melakukan pembinaan yang terprogram dengan target yang jelas,tambah Junaidi Bangkak.( alim).

YA, Harapan Baru Arah Baru Pessel di Pilkada Pessel 2020

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Yosi Afianto,S.Si satu nama lagi digadang – gadang turun gunung ke kampung halaman, Kabupaten Pesisir Selatan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Pesisir Selatan, sebagai bakal calon bupati Pesisir di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

loby – loby, serta konsolidasi dengan beberapa Partai Politik terus dilakukan. Termasuk dengan beberapa nama kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati lainya.

Ketika dihubungi, Yosi Afianto, S,Si mengatakan, bahwa saat ini sedang melakukan konsolidasi dengan salah salah satu Partai Politik cukup memiliki nama besar di dunia Indonesia. Termasuk, komunikasi dengan beberapa orang nama bakal calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati.

Diterangkan dirinya, untuk menuju Pessel Humanis, Pessel Agamais, Pessel Rukun, Pessel Oke, Pessel Nyaman dan Pessel Istimewa dan Bahagia. Telah menyusun 9 program menjadi andalan.

” 9 program ini, Saya siapkan untuk YA FOR PESSEL HARMONI,” ungkap Nya.

Poin pertama, yaitu Reformasi birokrasi dan reformasi struktural ekonomi Pessel, kedua, ABS – SBK, Kesalehan Sosial, Baliak Ka Surau dan Nagari, ketiga Pessel berdaya saing ( Pilar SDM, Pilar Inovasi dan Pilar Investasi.

Keempat, Pessel Rahmatan Lil Alamin ( Kawasan Ekonomi Syariah, Pessel Tanpa Riba dan Tanpa Rentenir), Kelima adalah Ekonomi Tumbuh ( Pro Rakyat, Pro Koperasi dan Pro UMKM), Keenam Kawasan Agribisnis dan Agrowisata Pessel),Tujuh Hiliran SDA ( Industri Kecil Menengah dan Kawasan Industri Pessel).

Untuk kedelapan, kerjasama Ranah Rantau, dan terakhir sembilan yaitu, Pessel Pro Ramah Lingkungan dan Pro Mitigasi Bencana Alam dan Non Alam. Kata YA.

” Saya, mohon do’a serta dukungan dari seluruh masyarakat Pessel, apa menjadi maksud dan tujuan, YA FOR PESSEL HARMONI bisa tercapai,” temu Yosi Yosi Afianto, S,Si.

Mahasiswa KKN-T IPB Kabupaten Solok Lakukan Penanaman 1500 Bibit Pohon Pinang

Solok,BeritaSumbar.com,-Kamis, 6 Agustus 2020 Mahasiswa KKNT IPB telah melakukan penanaman 1500 bibit pohon pinang di daerah domisili KKN yaitu Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Mahasiswa IPB berjumlah 10 orang tersebut, saat ini masih menjalankan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) dan merupakan mahasiswa IPB asli asal daerah Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Penanaman 1500 bibit pohon pinang sendiri merupakan salah satu program kerja mahasiswa bersama nagari mitra dan juga Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bibit pohon pinang diperoleh dari BPDASHL Agam Kuantan Kabupaten Solok yang bertempat di Kayu Aro, Kabupaten Solok (29/7).

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membagikan berbagai jenis bibit pohon dan buah-buahan secara gratis dan dapat diperoleh dengan memberikan fotocopy KTP saja. Pemilihan bibit pohon pinang disebabkan di Nagari Koto Hilalang sendiri memiliki program dan target untuk menanam 20.000 pohon pinang di sepanjang jalan Nagari.

Nagari Koto Hilalang terkenal dengan potensi pinang iris, dengan penanaman ini diharapkan potensi pinang iris semakin maju kedepannya dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain 1500 bibit pohon pinang, juga terdapat 100 bibit pohon pala dan 50 pohon durian.

Pada kesempatan yang sama, Yuli Endra, ST selaku Wali Nagari Koto Hilalang mengatakan sangat berterimakasih atas terselenggaranya penanaman ini.”Pemerintah Nagari Koto Hilalang mengucapkan terima kasih kepada BPDASHL Agam Kuantan telah memberi kami bibit pinang, pala, durian, dan juga terimakasih kami kepada mahasiswa KKN-T IPB, bhabinkamtibmas dan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol”, tukasnya.

Penanaman telah dilakukan oleh masyarakat nagari bersama dengan mahasiswa KKNT IPB dan mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol di sepanjang jalan Nagari Koto Hilalang (6/8).

Dengan dilakukannya program penanaman 1500 bibit pohon pinang ini mahasiswa KKNT IPB kelompok Kabupaten Solok 01 berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat di Nagari Koto Hilalang, selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar untuk menanam Pohon.(*)