Berkunjung Ke Objek Wisata Kapalo Banda Taram Berikut Syarat Dan Ketentuannya

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa objek wisata di Luak Limopuluah kembali dibuka untuk umum. Seperti objek wisata Kapalo banda yang berada Di Kenagarian Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

Walau sudah dibuka untuk umum tentu tidak bebas begitu saja. Apalagi saat ini penerapan masa new normal sedang diberlakukan. Pencegahan penyebaran virus corona dengan penerapan protap covid wajib dilakukan.

Untuk itu bagi pengunjung lokasi wisata Kapalo Banda ini diwajibkan pakai masker. Kalau tidak ada pakai masker siap siap disuruh cari masker dulu oleh para pemuda dan pemudi nagari Yang setia menjaga dan mengelola objek wisata tersebut.

Bermain Rakit Bambu salah satu khas Kapalo Banda Taram

Sebelum masuk lokasi yang sangat dikenal dengan wisata rakit bambunya ini pengunjung akan dikenakan karcis masuk. Buat dewasa 5 ribu rupiah dan anak anak 2 ribu rupiah. Sebelum masuk lokasi parkir akan disemprot dengan disinfektan.

Sementara tarif parkir untuk kendaraan roda empat 5 ribu rupiah dan roda dua atau sepeda motor 2 ribu rupiah. Panitia pengelola objek wisata yang dijumpai beritasumbar.com dilokasi pada Minggu 19/7 mengharapkan kepatuhan pengunjung untuk mentaati protap covid dilokasi wisata tersebut.Serta untuk sampah sisa makanan sebaiknya dibuang ditempat sampah yang sudah disediakan. Mari kita jaga kesehatan dan kebersihan area wisata ini ujar salah seorang panitia sambil ngopi bersama di warung dengan pangkalan rakit bambu.

Selain rakit bambu, dilokasi Kapalo Banda ini juga banyak spot foto menarik Terutama dihutan pinus Wakanda area camping. Serta panitia juga siap melayani wisata minat khusus ke lokasi air terjun 7 tingkat dan tracking di sekitaran area compo yang mana area ini masih asri dan sangat cocok buat pecandu olah raga jalan kaki alias tracking .

Lokasi wisata Kapalo Banda Taram ini dibuka dari jam 08.00 wib sampai jam 17.30 wib. Kalau sudah habis jam kunjungan panitia akan memberi tahu pengunjung untuk bersiap meninggalkan lokasi. (*)

Touring Gabungan Dan Berbagi Bantuan Sosial Ala NR Sumbar – Riau

Pariaman,beritasumbar.com, Ratusan Motor Besar yang tergabung dalam Komunitas Nmaxs Riders (NR) Se-Sumbar dan Riau melaksanakan Touring Gabungan sekaligus Bhakti Sosial kepada Anak Panti Asuhan Tarusan .

Tour Gabungan yang dilaksanakan Hari Minggu, 5 Juli 2020 ke Mandeh Kabupaten Pesisir Sumatera Barat bukan hanya sekedar Touring Wisata, tetapi juga melakukan Aksi Solidaritas Kemanusiaan kepada Panti Asuhan Tarusan dengan memberikan Bantuan sebagai wujud nyata dari Program Nmaxs Riders sebagai Pemandu Wisata dan Peduli Sesama.

Kegiatan Tour Wisata Gabungan kali melibatkan 250 peserta yang cukup meriah dan dapat memberikan contoh teladan sebagai pelopor berkendara di jalan raya serta memberikan citra positif sebagai pemandu wisata.

Kehadiran NR ke Tempat Wisata Mandeh Tersebut cukup menyita perhatian masyarakat disamping disiplin cara berkendara juga penampilan Motor Nmax dengan berbagai gaya sehingga Komunitas Nmax semakin terdepan.

Komunitas Nmax dalam Touring Gabugan Sumbar Riau berangkat dari titik kumpul di Base Camps NR Kota Padang di By Pass dilepas dan diiringi Foreders Polisi dan Finist di Objek Wisata Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemeriahan semakin terlihat dengan Ratusan Motor Nmaxs Member Peserta
NR Riau
NR Pekanbaru
NR Dumai
NR Duri
NR Kuansing
NR Pariaman
NR Kota Padang
NR Bukittinggi
NR Payakumbuh
NR Agam
NR Pagaruyung
NR Pesisir Selatan
NR Bareh solok
NR Solok Selatan
NR Sawahlunto
NR Sijunjung
NR Dharmasraya
NR Padang panjang
NR Pasaman Timur
NR Pasaman Barat

“Peserta Member Nmaxs Raider Selain memberikan bantuan Kemanusiaan kepada Panti Asuhan juga membagikan Masker secara Gratis kepada masyarakat guna mengantisipasi Pandemi Covid-19 dikawasan Wisata Mandeh tersebut”.

“Dalam kegiatam tersebut para peserta tetap Mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 dengan melakuka Distancing Sosial, Menjaga Kebersihan, dan memakai Masker selama Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bukan lagi New Normal”ucap Kethar Nasrul. (Syamsul).