Dosen Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unand Advokasi Program Pengentasan Stunting Di Limapuluh Kota

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Dosen Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unand melakukan Advokasi kepada Dinas DPMDN, Bapelitbang kabupaten Limapuluh Kota Kota dan Dinkes Kabupaten Lima Puluh Kota dibantu Fasilitator dari GAIN (The Global Alliance for Improved Nutrition)

-Koordinasi dan advokasi guna kelancaran kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tanggal 01 Juli dari pukul 14.00 sampai 16.30 WIB oleh 4 Dosen dari prodi Gizi antara lain Dr. Denas Symond, MCN, Firdaus, SP, MSI, Hafifatu Aulya Rahmy SKM, MKM dan Risti Kurnia Dewi, SGz, MSi terus digencarkan. Koordinasi yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom yang dihadiri 56 peserta yang berasal dari unsur Bapeda Provinsi Sumatera Barat yang dihadiri kabid Sosbud Bapak Yudha Prima, Kepala Dinas DPMN Provinsi Sumatera Barat Bapak Syafrizal, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat diwakili kabid Kesga Bapak Hendrapala Wahid, Tim ahli Stunting Prof. Dr. Masrul, MSc, SpGK, perwakilan dari NGO GAIN yakni Ardhiani Dyah Primasari, Heru Nugroho, Ibu Wiwik Sulistyorini, dan Pipit Sri Wahyuni, Perwakilan dinas Kesehatan Limapuluh Kota, perwakilan Bapelitbang kabupaten Limapuluh kota, DPMN kabupaten 50 kota, DPMN, TPG dari lokus sasaran program dan juga perwakilan dari nagari.

Bapelitbang kabupaten Limapuluh kota dalam sambutan pembukanya yang diwakili oleh Lysa menyebutkan sangat mendukung kegiatan pengabdian ini karena disamping membantu program pengentasan stunting kabupaten juga tentunya diharapkan kedepan menjadi program unggulan. Bapelitbang akan tetap melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan Kesehatan dan gizi yang ada.

Yudha Prima perwakilan dari Bapeda menyatakan stunting merupakan permasalahan multisektor yang penyelesaiannya tidak bisa hanya dari sisi Kesehatan saja, perubahan perilaku sangat sulit dilakukan ditambah faktor lingkungan yang juga tidak mendukung perbaikan Kesehatan, dalam pernyataannya dukungan dari akademisi sangat membantu pemerintah guna penurunan stunting.

Perwakilan dari GAIN Dyah dalam pemaparannya, perubahan perilaku memang sulit dilakukan akan tetapi dapat diupayakan, metode yang bisa menjadi alternatif yakni yang dinamakan dengan metode Emo Demo. Mengapa Emo Demo? Para ibu merasa jenuh terhadap pesan-pesan Kesehatan yang diberikan, sedangkan stunting masih tetap menjadi masalah gizi utama. Selama bertahun-tahun di Indonesia telah berusaha untuk mengajarkan pada Ibu tentang gizi yang baik, para ibu sebenarnya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi seringkali tidak melakukannya, sehingga diperlukan metode berbeda yang dapat menyentuh sisi emosional orang tua, terkait pemenuha gizi dan Kesehatan anak mereka. Ibu Pipit juga secara virtual mendemosntrasikan salah satu modul pada Emo Demo yang diikuti pasrtisipasi aktif peserta advokasi.

Prof. Dr. dr. Masrul, MSc, SpGK dalam penyampaiannya, memaparkan perkembangan upaya perbaikan status gizi masyarakat dari mulai UPGK, kemudian tahun 1986 dimulai Posyandu hingga perkembangan sampai saat ini, yang sangat disayangkan, banyaknya program yang sudah dilakukan tidak pernah sustain tidak ada keberlanjutan programnya, hilang begitu ganti pimpinannya dan masalah stunting ini baru jadi masalah Ketika ada orang asing bicara pada tahun 2017 yakni Ketika direktur World Bank memaparkan bahwa stunting di Indonesia angkanya mengkhawatirkan. Terlebih saat ini terjadi Pandemi Covid-19, jangan sampai konsen masalah stunting juga menjadi redup.

Kegiatan yang akan dilakukan pada 4 lokasi stunting di Kabupaten Limapuluh Kota yang antara lain Nagari Suliki, Koto Tinggi, Baruah Gunung dan Gunung Malintang dengan dibantu GAIN yang hadir dengan konsep perubahan perilaku  ini memang merupakan sesuatu yang tidak mudah dilakukan terlebih Terjadi perubahan struktur masyarakat dan keluarga yang dulunya keluarga besar dengan pengasuhan tradisional yang lekat sekali kekeluargaannya menjadi keluarga-keluarga kecil yang langsung atau tidak pastinya berpengaruh terhadap perawatan dan status gizi serta Kesehatan anak.

Dalam kalimat penutup, perwakilan dari Bapelitbang Limapuluh kota menyampaikan semoga kehadiran tim pengabdian masyarakat dan GAIN dapat memberikan sesuatu perubahan di Masyarakat Kabupaten 50 Kota sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan kader dan tenaga Kesehatan desa. Pelaksanaan program penting akan tetapi jika tidak didukung oleh monitoring dan evaluasi akan tidak berdampak kedepan, sehingga Bapelitbang kabupaten Limapuluhu kota berkomitmen selain mendukung juga akan melakukan monitoring dan evaluasi program ini.

 

Penulis : Firdaus, SP, MSi

Dosen Prodi Gizi, FKM, Unand

 

 

Usaha Pencegahan Penyakit Infeksi Pada petugas Kebersihan Terkait Pandemik Covid-19

Petugas kebersihan merupakan kelompok beresiko tinggi untuk terkena penyakit infeksi, karena setiap hari terpapar dengan sampah. Petugas kebersihan memiliki tugas melakukan pembersihan sampah, pengelolaan, pemilahan, pengumpulan dan pengangkutan sampah skala daerah atau kawasan. Petugas kebersihan yang sehari-hari terpapar dengan sampah beresiko tinggi menderita infeksi. Sampah merupakan limbah yang berbentuk padat atau setengah padat dan limbah cair yang berasal dari kegiatan orang pribadi atau badan yang terdiri dari bahan organik, non orgamik, logan dan bukan logam, yang dapat terbakar, termasuk buangan biologis atau kotoran manusia/ lumpur tinja.

Proses pembusukan sampah oleh mikroorganisme menghasilkan gas yang menimbulkan bau busuk seperti amonia hydrogen, sulfide dan metylmercaptan yang dapat menyebabkan penyakit sesak nafas dan penyakit mata. Infeksi saluran cerna (diare, kolera dan typus) juga dapat terjadi akibat terkontaminasi bakteri dan kuman dari sampah. Insiden penyakit kulit dan infeksi cacing ascaris lumbrocoides, trichuris trichiura, hookworm dan enterobius vermicularis juga sering pada petugas kebersihan dan pengangkut sampah.

Terkait pandemik COVID-19, penyebaran dan penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung sangat cepat, petugas kebersihan sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam pelayanan kepada masyarakat memiliki resiko tinggi terhadap infeksi. Berdasarkan evidence yang ada transmisi virus Covid-19 melalui orang yang melakukan kontak langsung dan droplet, tidak bertransmisi melalui udara (airbone) (WHO, 2020). Penyebab infeksi COVID-19 adalah coronavirus yang merupakan virus zoonotik, RNA virus, bersirkulasi di hewan, seperti unta, kucing, dan kelelawar.

Hewan dengan coronavirus dapat berkembang dan menginfeksi manusia seperti pada kasus MERS dan SARS sebelumnya. Pada individu yang terinfeksi COVID-19 gejala yang ditimbulkan dapat dibedakan mejadi 5 kelompok yaitu tanpa gejala, ringan/tidak berkomplikasi, sedang/ moderat, berat/ pneumonia dan berat kritis. Kondisi tanpa gejala ini merupakan kondisi paling ringan.

Pada individu dengan gejala ringan, tidak ada komplikasi dengan gejala tidak spesifik seperti demam, lemah, batuk (dengan atau tanpa dahak), penurunan nafsu makan, letih, kehilangan energi, nyeri otot, sakit tenggorokan, sesak ringan, hidung tersumbat dan sakit kepala. Meski pun jarang, terdapat juga keluhan diare, mual dan muntah. Kelompok gejala sedang ditemukan pneumonia tetapi tidak terdapat tanda-tanda pneumonia berat, dan tidak membutuhkan terapi oksigen. Pada gejala berat ditemukan adanya distress pernapasan berat dan pada pasien kritis mengalami gagal napas, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), syok sepsis serta kegagalan organ.

Tindakan pencegahan penyakit infeksi (preventive care in community) menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran penyakit infeksi termasuk Covid-19. Tindakan preventif yang dapat dilakukan petugas kebersihan salah satunya menjaga personal hygiene. Personal hygiene (kebersihan perorangan) merupakan cara perawatan diri untuk menjaga kesehatan. Personal hygiene meliputi kebersihan tangan, kaki dan kuku, kebersihan rambut dan kulit, kebersihan mata, hidung dan telinga, serta kebersihan badan. Menjaga kebersihan tangan secara rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata.

Cuci tangan dilakukan dengan air dan sabun serta dibilas setidaknya selama 20 detik, kemudian bilas dengan air dan keringkan dengan handuk atau tisu. Kebersihan kuku untuk menghindari infeksi cacing harus dilakukan dengan memotong kuku secara teratur, saat mencuci tangan juga mengosok bagian kuku. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut saat tangan kotor. Menjaga kebersihan badan, kulit dan rambut dengan mandi minimal 2 kali sehari.

Tindakan pencegahan lainnya adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam bekerja. APD merupakan alat untuk melindungi diri dari resiko atau kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan berupa penyakit akibat kerja maupun kecelakaan kerja. Oleh karena itu APD harus dipakai oleh pekerja ataupun orang yang berada di tempat kerja yang berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk petugas kebersihan, jenis APD yang diperlukan yaitu helm pelindung kepala, kaca mata pelindung, masker, sarung tangan, pakaian kerja, dan sepatu boot.

Sebagian besar  alat pelindung diri tersebut berfungsi untuk melindungi tubuh dari resiko terjadinya kecelakaan kerja dan sebagian lainnya untuk melindungi petugas dari kemungkinan terjangkitnya penyakit akibat pekerjaan. Pakaian kerja  atau verpack berfungsi untuk melindungi tubuh agar tidak terkena cairan berbahaya, sampah/ bakteri yang ada pada sampah tidak terkontaminasi langsung pada tubuh atau kulit petugas. Pakaian kerja juga dilengkapi dengan rompi yang tidak tembus air sehingga jika ada cairan tidak terpapar langsung pada badan. Sarung tangan yang melindungi tangan bagian bawah agar tidak menderita penyakit kulit serta terluka akibat benda tajam.

Sarung tangan juga berfungsi agar kuman-kuman pada sampah tidak menempel pada kuku dan jari-jari petugas kebersihan, sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi kuman, bakteri , jamur dan cacing melalui tangan dan kuku ke dalam tubuh. Pemakaian masker  berguna mencegah masuknya bahan berbahaya kedalam saluran pernafasan dan mulut. Gas hasil pembusukan sampah, berbau dan memiliki zat berbahaya yang dapat mengganggu pernapasan. Sepatu kerja atau boot untuk melindungi kaki saat menginjak benda tajam, melindungi dari kontak langsung sampah dengan kaki dan kuku kaki petugas.

Dalam bekerja petugas kebersihan juga sangat penting untuk menerapkan kewaspadaan umum antara lain menjaga kontak fisik atau menjaga jarak social (social/ physical distancing) minimal 1 meter dari individu yang mengalami gangguan pernafasan, menghindari berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum. Menerapkan etika batuk dan bersin meliputi menutup mulut dengan tisu/ sapu tangan atau dengan lengan bagian dalam jika batuk ataupun bersin. Tisu dibuang ke tempat sampah, dan segera mencuci tangan setelah itu. Jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas bagian dalam.

Dalam meningkatkan kewaspadaan petugas kebersihan terhadap upaya pencegahan penyakit infeksi terkait pandemik COVID-19 Fakultas Keperawatan Universitas Andalas mengadakan kegiatan Edukasi Tindakan Pencegahan Penyakit Infeksi Bagi Petugas Kebersihan Di Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Kegiatan ini merupakan Iptek Berbasis Dosen dan Masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.

Edukasi ini dilakukan kepada 50 petugas kebersihan di bawah lingkungan Dinas Lingkungan Hidup kota Padang pada tanggal 29 dan 30 Mei 2020. Diharapakan peserta yang mengikuti kegiatan dapat berbagi (sharring) informasi kepada rekan kerjanya yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini, sehingga tindakan pencegahan terhadap penyakit infeksi terkait pandemik COVID-19 dapat diaplikasikan dalam bekerja sehari-hari.

Penulis: Mulyanti Roberto Muliantino

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Mahasiswa Unri Gelar Kukerta Dengan Tema Bersama Lawan Pandemi Covid-19

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com – Sejak merebaknya penyebaran virus Covid-19 dan diterapkannya new normal di Indonesia, kebutuhan masyarakat akan masker, disinfektan, dan handsanitizer meningkat pesat. Oleh sebab itu, salah satu tim Kukerta relawan covid-19 UNRI, Hawa Aisyah, melakukan berbagai upaya demi membantu masyarakat, relawan, serta pemerintah Nagari Taram dalam menghadapi pandemi ini.

Bersama tim Gema Taram, Hawa Aisyah memulai kegiatan Kukerta Relawan UNRI dengan pendonasian masker dan handsanitizer kepada Pemerintah Taram untuk dibagikan kepada masyarakat Nagari Taram. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Wali Nagari, dan ditutup dengan acara foto bersama Wali Nagari Taram, Defrianto Ifkar beberapa hari lalu.

“Terima kasih atas donasi masker dan handsanitizernya, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Nagari Taram”, demikian komentar Defrianto Ifkar kepada relawan Covid-19, tim Gema Taram dan Hawa.

Selanjutnya, Hawa Aisyah juga ikut serta dalam menjaga posko relawan covid Nagari Taram bersama tim Relawan Taram dan tim Gema Taram pada saat penerapan PSBB. Selain itu, salah satu peserta Kukerta Relawan UNRI yang penuh semangat ini juga turut campur dalam menjaga perbatasan desa pada saat sholat jum’at bersama Pemerintah Taram, berlokasi di Jorong Batang Tujuh.

Kegiatan terakhir yang dilakukan Hawa Aisyah demi menyelesaikan kukerta KKN Relawan UNRI adalah membuat disinfektan bersama Mahasiswa KKN Gabungan Nagari Taram, yang keseluruhan anggotanya merupakan mahasiswa gabungan dari 5 Universitas (UNP, UNAND, UIN Suska UIN IB, dan Politani Payakumbuh). Kegiatan pembuatan disinfektan dilakukan  di tepi Batang Sinamar Taram. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah Nagari Taram dalam penanganan covid-19 sejak diberlakukannya new normal di Nagari Taram. Disinfektan yang dibuat ini disemprotkan di posko pembelian karcis dan di parkiran tempat wisata Kapalo Banda yang merupakan ikon wisata alam Nagari Taram, tutur Hawa Aisyah kepada BeritaSumbar pada Rabu 1/7 siang.(*)

Dini Hari Rumah Warga Di Padang tongah Balai Nan Duo Dilahap Sijago Merah

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, pada Selasa (30/6), pukul 04.15 Dini hari tadi telah terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan 1 rumah warga di kelurahan Padang Tongah Balai Nan Duo Kecamatan Payakumbuh Barat.

Nel Nasmi (63) bersama keluarganya yang berjumlah 7 orang harus menghadapi musibah yang menghanguskan seluruh isi rumahnya, hanya dua motor yang bisa diselamatkan dari dalam rumah saat kejadian. Karena rumah yang dihuninya sebagian besar berbahan dasar papan, sehingga membuat api mudah membesar.

Saking besarnya si jago merah, rumah didekatnya juga sempat dilahap api, beruntung sebelum api merambat lebih jauh, petugas Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh yang datang dengan tangkas menjinakkan si jago merah dalam waktu kurang lebih satu jam.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra menceritakan berawal dari petugas yang menanggapi laporan dari masyarakat yang menelpon ke posko kalau ada kebakaran di Padang Tangah Balai Nan Duo.

“Kabid Damkar Budy Kurniawan melalui Kasi Ops Ahdion memerintahkan Danru 2 Azwardi untuk langsung ke lokasi bersama armada dan personil untuk melakukan pemadaman dan Penyelamatan. Kita menurunkan 3 unit kendaraan pemadam dan dibantu 2 kendaraan dari Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkapnya.

“Mari hindari potensi adanya kebakaran dan segera laporkan kepada kami melalui nomor telepon (0752) 92913 apabila terjadi kebakaran. Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran ini, karena menurut info warga saat awal kebakaran lampu tetap hidup dan tidak mati,” ujarnya didampingi Kabid Damkar Budy Kurniawan dan Kasi Sarpras Dony Bahtiar.

Dinas Sosial Langsung Berikan Bantuan

Pemerintah Kota Payakumbuh segera mengambil langkah dengan langsung menyerahkan bantuan kepada 3 KK yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Padang Tongah Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Penyerahan bantuan berupa alat masak, matras, selimut, perlengkapan dapur, perlengkapan bayi, dan logistik lainnya itu dilakukan Sekretaris Daerah Rida Ananda pada Selasa (30/6) siang. Turut mendampingi Kasatpol PP dan Damkar Devitra, Sekretaris Dinsos Doni Prayuda, Kabid Pemberdayaan Sosial Ance Alfiando, Kabid PRJS Friza Susanti, serta jajaran pemko lainnya.

“Ada 3 KK yang terkena dampak, semoga bantuan dari pemerintah ini dapat bermanfaat sebagai pengobat hati warga yang sedang dilanda musibah,” pesan Sekda.

Sekda juga berpesan kepada lurah agar bisa menggerakkan masyarakat dan perantau untuk saling membantu meringankan beban warga yang dirundung duka akibat musibah kebakaran ini.

“Kita berpesan kepada warga lainnya, selalu waspada dengan kebakaran yang bisa terjadi kapan saja, laporkan segera kepada petugas Damkar yang siaga 24 jam,” kata Sekda Rida. (Humas)

Pemko Tegaskan Kepada Pengelola dan Pengusaha Patuhi Penerapan Tatanan Normal Baru

Padang Panjang,BeritaSumbar.com, – Organisaai Perangkat Daerah (OPD) Kota Padang Panjang ikut andil dalam pantau penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19. OPD memiliki tugas langsung memonitoring setiap fasilitas dalam melaksanakan penerapan tatanan normal baru.

Seperti pada fasilitas umum, hotel atau penginapan, restoran, rumah makan, mini market, tempat ibadah, tempat olahraga dan pariwisata serta tempat-tempat yang menjadi pusat kerumunan.

“Hasil pantauan dari OPD yang telah melakukan monitoring, masih didapati penerapan tatanan normal baru yang belum maksimal, OPD terus melakukan sosialisasi terhadap pemilik atau pengelola untuk dapat mematuhi protokol kesehatan dan covid,” jelas Kabag Perekonomian yang tergabung dalam Tim Satgas Covid Putra Dewangga, SS, M.Si di Padang Panjang, Selasa (30/6).

Lanjut, ia mengatakan bahwa pada Rabu besok, tim akan kembali melakukan pertemuan dan sosialisasi terhadap pemilik atau pengelola agar seluruh pihak dapat menyepakati pelaksanaan ketentuan New Normal untuk tempat usaha pariwisata dan olahraga sebagaimana ditetapkan dalam Perwako 25 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Padang Panjang.

“Saat kami melakukan pantauan lagi, jika masih ada kepatuhan dari pemilik atau pengelola, akan diturunkan Tim Khusus yang melibatkan BPBD, Pol PP dan OPD terkait untuk melakukan pembinaan peringatan terakhir di lapangan. Dan jika masih belum diindahkan maka akan diberikan sanksi berupa Peringatan 1, 2 dan 3 hingga pencabutan izin operasional,” tambahnya.(relis)

Puluhan Tentara Beri Kejutan Jajaran polres Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,– Sesaat setelah melaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 secara virtual bersama presiden RI, markas Polres Kota Payakumbuh diserbu puluhan tentara dari Kodim 0306/50 Kota, Rabu (1/7).

Mereka tak membawa senjata api, namun mereka membawa senjata pamungkas yang lain dengan target Kapolres AKBP Dony Setiawan dan jajarannya. Ada satu kotak misterius yang dibawa oleh aparat berbaju loreng tersebut.

Komandan mereka Letkol Kav Ferry S. Lahe memang sedang ditahan oleh Kapolres AKBP Dony Setiawan diruangannya bersama Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan Forkopimda. Ditahan untuk dijamu sarapan usai upacara bersama.

Eh, ternyata, kotak tersebut berisi kue ulang tahun yang akan diserahkan dandim kepada kapolres.

Pasukan berbaju loreng kebanggaan NKRI tersebut sambil mengusung spanduk bertuliskan “Keluarga Besar Kodim 0306/50 Kota Mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara Ke-74, Menuju Indonesia Unggul”. Sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun beramai-ramai mereka disambut hangat oleh keluarga besar Polres Kota Payakumbuh.

Dandim Letkol Ferry yang sudah menunggu kedatangan anggotanya ini ingin memberikan kejutan kepada Polres yang merupakan mitranya dalam bekerja menjaga keamanan NKRI.

“Selamat HUT Bhayangkara ke-74, semoga Polri selalu mengayomi, menegakkan hukum dengan benar, selalu jaya terus Polri kedepannya,” kata Dandim diselingi riuh tepuk tangan dan ucapan senada dari anggota TNI lainnya.

Tak banyak kata-kata yang dapat diucapkan Kapolres Dony atas kejutan yang diberikan Kodim 0306/50 Kota.

“Tunggu Pembalasan Dari Kami,” kata Kapolres disusul tepuk tangan dan sorakan semangat kesatuan semua orang yang hadir.(humas)

Di HUT ke 74 Bhayangkara Gubernur Apresiasi Kinerja Polda Sumbar

Padang, BeritaSumbar.com,-Penyebaran Covid-19 belum sepenuhnya berakhir, masa krisis masih diberlakukan, dukungan pihak Kepolisian bersama dengan TNI untuk mendisiplinkan prilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan.

Hal ini dikemukakan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam keterangannya usai mengikuti Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 di Mapolda Sumbar, Rabu (1/07/2020).

“Covid-19 belum selesai, kita masih waspada terus, maka untuk itu kepada Bapak Kapolda kami ucapkan terima kasih dan tetap kita meminta dukungannya sesuai dengan maklumat Kapolri agar masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurut Gubernur, selama anti virus belum ditemukan, penyebaran Covid-19 masih akan terus berlanjut. Namun demikian pemerintah tetap melakukan berbagai upaya guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Yang terpenting bagaimana kita bisa mengendalikan,” sebutnya.

Gubernur juga menuturkan bahwa sesuai arahan presiden, saat ini pemegang kebijakan dituntut untuk menggunakan pendekatan krisis bukan pendekatan normal yang berimplikasi pada kepentingan rakyat dan negara.

Pada kesempatan itu Gubernur Irwan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran kepolisian Sumbar yang memperingati Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020 yang mengusung tema Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 di Mapolda Sumbar turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Syuib, Danrem 032/Wirabraja, Danlantamal II Padang, Danlanud Sutan Syahrir, perwakilan Kajati Sumbar dan undangan lainnya.(humas)

Pelaku Bisnis Kuliner Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Padang, BeritaSumbar.com,-Sempat melandai sebulan terakhir, hari pertama Juli 2020, 16 orang warga Sumbar dikonfirmasi positif terpapar corona virus. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, Jasman Rizal, di Padang Rabu (1/7) pagi menyatakan, “Hari ini ada tambahan 16 positif covid baru. Padahal hampir sebulan, penambahan kurang dari 10 setiap harinya”.

Menyikapi hal tersebut, sesuai pesan gubernur, Jasman meminta pemegang kebijakan tetap melihat masa sekarang dan ke depan adalah masa krisis. “Ini perlu ditekankan agar semua cara pikir, kebijakan dan tindakan mengikuti manajemen krisis bukan normal. Kita harus rubah cara pikir selama ini sebagai birokrat yang kerjakan sesuatu secara biasa, normal, teratur, terprediksi dan terencana. Dimasa krisis, lakukan dengan cara luar biasa (extra ordinary),” tekannya.

Penambahan positif covid akan tetap terus ada selama belum ditemukan obat dan anti virusnya. “Bisa saja ke depan akan bertambah banyak lagi positif covid karena semakin sering orang bepergian ke luar rumah dan keluar masuknya pelintas batas provinsi, termasuk dari daerah yang masuk zona merah,” tambahnya.

Selain itu, kepada penjual makanan yang sifatnya terbuka (rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain), agar pramusaji yang mengambil makanan selalu pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut. “Kita semua berhak untuk menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar mewajibkan seluruh karyawannya memakai masker dengan benar. Masih banyak yang memakai masker hanya sampai dagu dan masih berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan berbahaya bagi orang lain. Mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua,” tambahnya.

Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kadis Kominfo Sumbar ini juga tak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tak boleh panik, namun jangan anggap remeh virus ini. Jika sudah kena, efeknya sangat berbahaya, bisa menimbulkan kematian. Untuk itu, saya harap kepada semua masyarakat, gunakan masker, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan, olah raga teratur, makan makanan bergizi, istirahat teratur dan disiplin. Mudah-mudahan covid di Sumbar tetap terkendali. Aamiin,” harap Jasman.(humas)