Pencarian Orang Hilang Dilaut Tiku Terkendala Cuaca

Agam,BeritaSumbar.com,-Pencarian Rio,(35), warga Pasia Paneh, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, yang hilang saat memancing ikan di laut Tiku, Selasa (28/8), hingga malam ini belum membuahkan hasil.

Kelaksa BPBD Agam, melalui Kabid KL, Syafrizal menjawab AMC menyebutkan, setelah berbagai upaya yang dilakukan, korban masih belum dapat ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok, Rabu (29/7) mulai pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Riau Klaim 100 Persen PAP PLTA Koto Panjang Masuk PAD Riau, Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Limapuluh Kota

“Tadi tim mengalami kesulitan karena cuaca tidak kondusif yang saat itu terjadi hujan badai, sehingga pencarian tidak maksimal. Pencarian hari ini sudah dihentikan pukul 18.00 WIB,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, katanya, pencarian tadi hanya bisa dilakukan dengan penyisiran di sepanjang pesisir pantai Tiku, karena untuk pergi ke titik di mana korban jatuh yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pantai tidak bisa dilakukan.

“Apabila tetap dipaksakan akan membahayakan keselamatan tim, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kita lihat besok, jika cuaca bagus ditelusuri sampai titik tempat korban jatuh,” sebutnya.

Dijelaskan, tim pencarian melibatkan BPBD, Satpol PP-Damkar, PMI, Basarnas, Bakamla, TNI, pemerintah kecamatan dan nagari, masyarakat serta nelayan, dengan menggunakan 1 unit kapal Polairud dan kapal nelayan. Sedangkan perahu karet milik BPBD belum bisa dipakai, karena terkendala cuaca.

Menurutnya, untuk pencarian besok akan ada penambahan kapal dari SAR jenis RIB, yang saat ini masih dalam perjalanan dari perairan Teluk Kabung Padang. Namun kapal masih menepi di perairan Padang Pariaman karena terperangkap badai.

Berdasarkan informasi sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat memancing ikan bersama 9 orang rekannya menggunakan kapal bagan, Senin (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu kapal berlabuh dari pasia Tiku menuju kawasan laut Labuhan.

“Saat memancing, beberapa jam kemudian kapal berhenti hingga pukul 03.00 WIB dini hari dan kembali melanjutkan pencarian ikan. Namun rekan korban tidak lagi melihat Rio dan tidak diketahui keberadaannya,” kata Syafrizal sesuai informasi di lapangan.

Bahkan rekan korban sempat melakukan pencarian, tetapi Rio tidak berhasil ditemukan. Kendati demikian, rekannya kembali menepi dan melaporkan kejadian itu kepada jorong dan Polairud.

“Kemudian laporan itu diteruskan kepada BPBD dan personil langsung kita kerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian,” tukasnya.(relis)